Rebutan Trayek, Sopir Mikrolet 30A dan KWK 13 Bentrok

Rebutan Trayek, Sopir Mikrolet 30A dan KWK 13 Bentrok

- detikNews
Rabu, 27 Des 2006 15:00 WIB
Jakarta - Puluhan sopir Mikrolet 30A (M30A) dan KWK 13 yang beroperasi di daerah Kepala Gading, Jakarta Utara, terlibat bentrokan. Mereka rebutan trayek sejak 6 bulan lalu.Meski bukan pertama kalinya terjadi, bentrokan kali ini tetap menarik perhatian, karena satu unit angkot KWK 13 sempat dihancurkan puluhan sopir M30A.Sebetulnya M30A melayani rute Tanjung Priok-Pulogadung. Sedangkan KWK 13 jurusan Pasar Serdang-Pintu I Boulevard Timur, Kelapa Gading. Namun pada praktiknya, M30A dianggap mengambil rute KWK 13.Bentrokan untuk kesekian kalinya ini terjadi pukul 10.00 WIB, Rabu (27/12/2006). Saat itu di Putaran I Kirana, Mal Artha Gading, Jakut, sejumlah sopir KWK 13 menghalau mobil M30A yang hendak menuju Putaran II Kirana, karena dianggap bukan trayeknya.Sopir M30A tidak terima diperlakukan seperti itu. Namun dia memilih mengikuti kemauan sopir KWK 13. Sopir M30A kembali ke jalurnya, tapi untuk menyusun kekuatan."Karena kemudian mereka juga mencegati sopir-sopir kita di tempat yang sama," ungkap Kepala Seksi Operasional KWK Utara Farid Effendi kepada detikcom.Saat itu ada sekitar 50 sopir M30A yang menaiki 5 mobil berkumpul di Putaran I Kirana. Mereka kemudian mencegat mobil KWK13 yang dikemudikan Jamil. Tidak hanya mencegat, mereka juga menghancurkan dan memukul kaca mobil dengan batu dan balok kayu.Muali, teman Jamil, yang duduk di kursi depan sempat terkena bogem mentah dari seorang sopir mikrolet. Beruntung keduanya berhasil lolos dari kepungan. Jamil langsung menancap gas menuju pangkalannya di Jalan Artha Gading Barat.Melihat mangsanya kabur, puluhan sopir M30A lalu melakukan pengejaran dan sempat berhadap-hadapan di jalan yang sama. Namun bentrokan yang ditakutkan tidak terjadi karena petugas dari Kepolisian Sektor Kelapa Gading keburu datang dan membubarkan mereka.Polisi kemudian membawa mobil yang hancur beserta Jamil dan Muali ke Polsek Kelapa Gading untuk dimintai keterangan.Ribut-ribut antarsopir ini sebetulnya sudah terjadi sejak 6 bulan lalu. Farid menuturkan, keributan berawal dari aksi para sopir M30A yang mengambil rute KWK 13."Harusnya trayek mereka tidak masuk ke Putaran I, apalagi sampai Putaran II. Yang benar, saat di bundaran utama Kepala Gading, mereka lurus terus," tuturnya.Kasus ini, imbuh Farid, sudah dibawa ke Dinas Perhubungan DKI, namun belum ada penyelesaian sehingga kawasan tersebut dianggap status quo."Jadi sudah sering bentrok, yang paling parah beberapa waktu lalu, ada 8 mobil KWK yang hancur," katanya. (umi/sss)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait