Info Banjir Simpang Siur, SBY Minta Infra Komunikasi Direhab
Rabu, 27 Des 2006 14:38 WIB
Jakarta - Simpang siurnya informasi membuat pemerintah dan keluarga korban banjir di Sumatera bingung. Presiden SBY pun meminta rehabilitasi infrastruktur komunikasi di wilayah terlanda banjir diprioritaskan.Info yang simpang siur telah membuat staf Humas Kabupaten Aceh Tamiang, NAD, Nasir Musa diperiksa polisi. Sejumlah media lokal dan kantor berita asing yang menyitir namanya, melansir jumlah korban tewas banjir mencapai 500 orang. Padahal data resmi PMI saat itu hanya 32 korban tewas. Namun Nasir Musa membantah menyebut angka 500."Dengan informasi yang akurat, bisa diambil policy yang tepat pula," kata Kepala Pelaksana Harian Bakornas Penanggulangan Bencana, Syamsul Maarif.Prioritas tersebut merupakan satu dari tujuh arahan SBY yang diterima Syamsul dalam pertemuan di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (27/12/2006). Wapres Jusuf Kalla hadir dalam pertemuan tersebut.Dituturkan Syamsul, SBY juga meminta agar tim di lapangan hanya memberikan informasi ke media massa seputar bencana yang sebelumnya telah diverifikasi sumber resmi, baik jumlah korban tewas, hilang dan pengungsi. Tujuannya agar tidak menimbulkan kepanikan tertentu pada masyarakat."Kini korban resmi sebanyak 69 orang, hilang 205 orang. Jumlah pengungsi di NAD 365.335 dan Sumut 44.189 jiwa," jelasnya.Instruksi SBY lainnya adalah percepatan perbaikan infrastruktur tanggul dan listrik. Pengerahan unsur TNI dan sumber daya lainnya yang bisa dikoordinasi dengan baik untuk pencarian dan evakuasi korban hilang. Pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi, meski yang bersangkutan telah kembali ke lokasi banjir."Presiden juga memerintahkan dikeluarkannya dana Rp 50 miliar dari pusat untuk semua, dengan penggunaan dan akuntabilitas yang tinggi," kata Syamsul.
(lh/sss)










































