Jamarat Siap Digunakan

Jamarat Siap Digunakan

- detikNews
Rabu, 27 Des 2006 08:17 WIB
Makkah - Pemerintah Arab Saudi menepati janjinya untuk menyelesaikan pembangunan lantai I Jamarat (lokasi pelemparan jumrah) pada saat puncak musim haji 1427 Hijriah. Jamarat sudah siap digunakan.Dari pantauan detikcom di lokasi Jamarat, Rabu (27/12/2006), tidak terlihat lagi pekerjaan yang berarti. Berbagai alat berat yang digunakan dalam pembangunan Jamarat juga sudah tidak terlihat lagi. Agaknya peralatan itu sudah dipindahkan mengingat lokasi tersebut akan segera digunakan.Sejumlah pekerja memang masih terlihat di lokai jamarat, namun sebagian besar hanya melakukan penyelesaian akhir. Selebihnya hanya petugas kebersihan yang membersihkan jalan-jalan di Jamarat dari sampah dan sisa-sisa pembangunan.Tenda-tenda bagi jamaah haji yang akan menginap di Mina juga sudah dipersiapkan. Tenda-tenda tersebut memiliki luas yang bervariasi. Masing-masing dilengkapi dengan penyejuk udara.Para pekerja di lokasi jamarat juga sudah mempersiapkan berbagai perlengkapan penunjang lainnya, seperti papan penunjuk arah, nomor maktab, serta nama-nama negara di lokasi masing-masing. Sejumlah kamera juga dipasang untuk memantau pelaksanaan pelemparan jumrah.Kegiatan yang lebih mencolok adalah masalah pengamanan. Para personel polisi dan militer Arab Saudi terlihat sibuk berkoordinasi. Mereka berdiri dan berjaga-jaga di sekitar lokasi jamarat. Kendaraan-kendaraan yang tidak memiliki izin khusus, di larang memasuki kawasan tersebut. Berbagai persiapan juga dilakukan di padang Arafah. Di lokasi ini jutaan jamaah haji akan melakukan Wukuf pada tanggal 9 Zulhijah yang jatuh pada Jumat 29 Desember 2006. Tenda-tenda, baik tenda petugas maupun jamaah haji Indonesia sudah didirikan. Di padang Arafah, jamaah haji Indonesia akan menempati tenda-tenda yang berada di maktab 1 sampai 75. Namun untuk tahun ini, lokasi tenda petugas tidak satu areal dengan jamaah haji. Tenda petugas dan jamaah haji dipisahkan oleh jalan besar. Hal yang sama juga terjadi dengan negara-negara lain, seperti Malaysia. (djo/ndr)


Berita Terkait