Data Korban Simpang Siur, Warga Aceh Tamiang Kekurangan Makan

Data Korban Simpang Siur, Warga Aceh Tamiang Kekurangan Makan

- detikNews
Rabu, 27 Des 2006 08:12 WIB
Aceh - Banjir yang melanda Aceh Tamiang mulai surut. Perlahan air yang mengurung 12 kecamatan di wilayah itu mulai turun ketinggiannya, mulai 2 sampai 1,5 meter hingga sebatas lutut. Namun, belum dapat dipastikan jumlah korban meninggal akibat bencana banjir tersebut."Data masih simpang siur, jumlah korban yang kami peroleh sekitar 70 an tapi yang resmi ada 32. Masalahnya masih ada daerah yang terisolir," kata Manajer Komunikasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bayu Gawtama yang sedang berada di Aceh Tamiang saat dihubungi detikcom, Rabu (27/12/2006).Bayu yang bersama timnya tengah memberikan bantuan mengaku jumlah korban memang terus berkembang ini dikarenakan banyak pengungsi yang tinggal di perbukitan belum memperoleh bahan pangan."Belum ada bantuan, mereka makan seadanya selama 3 hari. Yang mengkhawatirkan mereka kebanyakan wanita dan anak-anak," imbuh Bayu.Menurut dia, mengenai jumlah korban yang hingga 500-an memang beredar di kalangan masyarakat, namun timnya belum dapat data sebanyak itu karena hingga kini tidak ada data yang valid mengenai jumlah korban. "Kondisinya memprihatinkan, pengungsi kekurangan air bersih dan makanan. Bahkan di daerah Banda Mulia 9 ribu penduduk harus berbagi 600 Kg beras dan 40 dus mie instan. Korban mungkin meningkat," cetus Bayu.Ada 120 ribu penduduk yang terjebak di Aceh Tamiang. Dan hampir 98 persen wilayah ini dilanda banjir. Bahkan tim relawan harus menggunakan perahu karet untuk mencapai daerah yang paling parah yaitu Kecamatan Kejuruan Muda dan Banda Mulia.Sementara itu Staf Humas Kabupaten Aceh Tamiang Nasir Musa menyatakan bahwa data jumlah korban yang diperolehnya dari PMI sekitar 32 orang. "Memang ada yang menyebutkan sampai 500-an tapi itu tidak resmi. Itu data yang berkembang di masyarakat, jadi masih simpang siur," urai Musa.Kini Musa mengaku kalau dirinya sedang dimintai keterangan oleh polisi terkait jumlah korban akibat banjir tersebut."Ya saya dipertanyakan kenapa saya bisa muncul angka sebesar itu. Saya dianggap membesar-besarkan. Saya tidak pernah menyebut angka itu," cetus Musa yang dihubungi detikcom.Musa mengaku dirinya menjalani pemeriksaan selama 3 jam pukul 02.00 WIB. Polisi pun sampai menjemput ke rumahnya."Pmeriksaan akan dilanjutkan pukul 10.00 WIB, dini hari tertunda karena listrik mati," imbuhnya sedih. (ndr/)


Berita Terkait