Akibat Banjir Suplai BBM ke Aceh Tamiang Dialihkan
Selasa, 26 Des 2006 22:36 WIB
Medan - PT Pertamina Unit Pemasaran (UPms) I Medan yang bertanggungjawab atas distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sumatera Bagian Utara, terpaksa mengalihkan jalur pasokan BBM akibat banjir. Supply point yang sebelumnya berada di Medan, kini dilihkan ke Depot Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Asisten Hubungan Eksternal Humas PT Pertamina UPms I Medan Fitri Erika menyatakan, bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh Tamiang, NAD, menyebabkan jalur transportasi darat terputus. "Akibatnya, delapan unit mobil tangki yang selama ini secara rutin mendistribusikan BBM untuk wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Timur, masih tertahan di jalan hingga sekarang. Nah untuk mengupayakan agar pasokan tetap berjalan seperti biasa, maka dilakukan pengalihan supply point," kata Erika kepada wartawan di Medan, Selasa (26/12/2006). Erika menuturkan, di Aceh Tamiang dan Aceh Timur terdapat delapan unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Selama ini suply pointnya dilakukan melalui Instalasi Medan Group di Medan. Dengan terjadinya bencana ini, maka supply point dialihkan ke Lhokseumawe. "Sejak Sabtu lalu, sebanyak 60 kilo liter premium dan 30 kilo liter solar sudah dipasok untuk kedua wilayah itu dari Depot Lhokseumawe," imbuh Erika. Menurut Erika, sejauh ini persoalan distribusi hanyalah ke kedua wilayah yang ada di NAD tersebut. Sementara untuk Kabupaten Langkat, yang juga mengalami banjir besar, tidak ada masalah dalam hal distribusi BBM. "Langkat tidak masalah, sebab jalur darat masih bisa dilalui. Yang terkena banjir itu kan, yang sudah mendekati wilayah perbatasan. Selain itu, kita juga memiliki depot di Pangkalan Brandan. Jadi, Insya Allah, bisa dikatakan pasokan BBM sangat aman untuk Langkat," urainya. Dalam kesempatan itu, Erika menyatakan Pertamina juga sudah menyalurkan bantuan berupa minyak tanah sebanyak 5.000 liter untuk kebutuhan di pengungsian. Bantuan ini bekerjasama dengan Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi Nasional (Hiswana Migas) setempat.
(rul/ndr)











































