Banjir di Kampar Riau, 10 Ribu Rumah Terendam
Selasa, 26 Des 2006 19:58 WIB
Pekanbaru - Sedikitnya 4 kabupaten di Riau kini dilanda banjir. Daerah paling parah yang terkena bencana ini yakni Kabupaten Kampar. Tercatat lebih dari 10 ribu rumah penduduk tergenang air. Jalan antar desa di wilayah itu kini terputus Kepala Bandan Sosial Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat (BSPPM) Kabupaten Kampar, Riau, Zulfan Hamid mengungkapkan hal itu kepada wartawan, Selasa (26/12/2006). Dia menjelaskan, banjir terjadi akibat luapan beberapa sungai. Kini sedikitnya 66 desa dari 12 kecamatan di Kampar terkepung air. Akibatnya ruas jalan antar desa dan kecamatan kini terputus. Untuk alat Transportasi warga hanya mengandalkan sampan-sampan kecil. Kendati kini halaman rumah penduduk tergenang air, lanjut Zulfan, penduduk belum banyak yang mengungsi ke posko banjir. Kalau pun ada yang meninggalkan rumah, mereka hanya mengungsi ke rumah sanak familinya. "Kita sudah menurunkan tim penanggulangan banjir di sejumlah kecamatan. Tim ini akan bekerja selama 1x24 jam. Mengingat Gubernur Riau, sudah menetapkan status Riau siaga I dalam penanganan banjir," tutur Zulfan. Desa Buluh Cina Kecamatan Pasir Putih Kampar yang berada di bantaran Sungai Kampar kini juga tak luput dari banjir. Desa ini saban tahun menjadi langganan tetap kawasan banjir. Hal ini terjadi disebabkan sebagian besar rumah penduduk berada di pinggiran bantaran sungai Kampar. Di beberapa tempat, ketinggian air bahkan mencapai 1,5 meter. Jalan dari Pekanbaru yang mengubungkan ke pusat desa Buluh Cina pun terputus. Badan jalan juga terendam air setinggi 1,5 meter. Akibatnya kendaraan roda dua dan mobil tidak bisa menuju ke pusat desa. "Warga terpaksa menggunakan sampan kecil sebagai transportasi utama mereka," imbuh Zulfan. Catatan detikcom, kini banjir di Riau meliputi 4 kabupaten. Dan Kabupaten Rokan Hilir yang menghubungkan Riau ke Kabupaten Labuhan Bantu, Sumut sudah 2 pekan ini dilanda banjir. Di sana ada 3.500 rumah penduduk tergenangi air setinggi 1 meter. Banjir juga terjadi Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang berbatasan dengan Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut. Di sana setidaknya ada 4 kecamatan dilanda banjir. Malah ketinggian air akibat luapan sungai Rokan di beberapa tempat mencapai 3 meter. Itu sebabnya, jalur lintas Riau-Tapanuli Selatan sempat terputus. Sekitar 100 Kepala Keluarga (KK) yang berada di bantaran sungai sampai mengungsi karenanya. Setelah, Kampar, Rohil, Rohul kini Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) lintas tengah menghubungkan ke Sumatera Barat (Sumbar) juga tak luput dari banjir. Di Kuansing, setidaknya ada 9 kecamatan yang kini dilanda banjir. Dilaporkan, di sana ada 1.500 rumah penduduk tergenang air dan 100 KK mengungsi ke rumah penduduk lainnya.
(cha/ndr)











































