Teror Bom 2006 Lebih Rendah Dibanding 2005

Teror Bom 2006 Lebih Rendah Dibanding 2005

- detikNews
Selasa, 26 Des 2006 15:45 WIB
Jakarta - Tahun 2007, pemerintah masih mewaspadai adanya teror bom yang dikhawatirkan mengganggu stabilitas nasional. Teror bom pada tahun ini turun eskalasinya dibanding tahun 2005.Pada 2005 ada 19 kasus teror bom dengan 49 orang tewas, 183 luka-luka. Tahun 2006 terjadi 17 kasus, tidak ada korban tewas dan 4 orang korban luka.Hal tersebut disampaikan Menko Polhukam Widodo AS usai bertemu dengan Menko Perekonomian Boediono di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (26/12/2006).Pertemuan dua menko ini berlangsung sekitar setengah jam dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 13.30 WIB."Dari sini kita melihat ada perbandingan, baik kualitas maupun kuantitas menurun. Tahun depan saya kira kita mengatensi apa yang sudah kita review sekarang ini dan kita lanjutkan apa yang sudah kita lakukan di 2006," ujarnya.Widodo menambahkan untuk kasus teror bom sebanyal 325 orang anggota jaringan teroris ditangkap. 5 Orang di antaranya tewas, 200 orang sudah diproses secara hukum dimana 5 orang diantaranya sudah divonis mati antara lain Imam Samudera, Ali Ghufron, Mubarok, dan Ikhsan.Stabilitas keamanan, lanjut Widodo, merupakan salah satu prasyarat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan kerja."Masalah keamanan ini masalah persepsi, bagaimana mengelola itu dengan baik sehingga kita bisa memberi jaminan kepada investor untuk investasi di sini," ujarnya.Mengenai travel warning, Menko Perekonomian Boediono mengatakan itu tergantung pemerintah masing-masing negara yang bersangkutan. "Tetapi kita ingin meyakinkan pada mereka bahwa situasi keamanan di Indonesia itu seaman dengan negara lain. Bom bisa terjadi di mana saja kan," ujarnya. (ddn/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads