'Sri Widodari' Dihantam Badai, 2 Nelayan Kendal Hilang
Selasa, 26 Des 2006 15:09 WIB
Semarang - Badai dan ombak besar di perairan Kendal membuat perahu berpenumpang 20 nelayan terbalik. Dua penumpang dilaporkan hilang, dan hingga kini masih dalam pencarian. Perahu nelayan berlabel 'Sri Widodari' itu berangkat melaut dari pantai Dusun Pilangsari, Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, Kendal, pada pukul 05.30 WIB Minggu 24 Desember lalu, menuju muara Kaliputih.Senin tengah malam, para nelayan yang dipimpin Solichin (35) pulang. Namun badai besar membuat ombak tinggi. Kapal mereka terbalik dan penumpang kocar-kacir.Sebanyak 18 nelayan cukup beruntung. Tujuh orang berhasil naik perahu yang terbalik dan 11 orang lainnya yang berpegangan pada ban dan tong, selamat hingga bibir pantai sekitar pukul 05.30 WIB, Selasa (26/12/2006). Namun dua orang lainnya, Rohmani (24) dan Eko (26) tak ketahuan nasibnya. Terakhir, dua warga Bangunsari, Patebon, Kendal, itu diketahui berusaha berenang dan memegang barang-barang di sekitarnya."Mereka belum ditemukan. Bersama tim SAR dan instansi terkait, kami masih mencarinya," kata personel Polres Kendal Brigadir Agus yang dihubungi detikcom pada pukul 14.15 WIB, Selasa (26/12/2006).Sementara, hujan terus-menerus mengakibatkan air sungai di Kota Semarang dan Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin 25/12) sore, meluap. Dua rumah dilaporkan hanyut dan ratusan lainnya rusak. Tak ada korban jiwa.
(try/nrl)











































