Tolong! Ada 'Banjir' di Monas
Selasa, 26 Des 2006 11:50 WIB
Jakarta - 'Gelombang air' sangat deras di sepanjang jalan dari Patung Kuda hingga Bundaran HI Jakarta. Orang-orang pun sibuk menyelamatkan diri dengan barang seadanya.Tenang, itu bukan peristiwa sungguhan, melainkan teaterikal yang dimainkan sekitar 50 aktivis lingkungan hidup yang antara lain berasal dari Walhi dan Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia.Dalam long march dari Patung Kuda hingga Monas, Selasa (26/12/2006), para demonstran membentangkan kain warna ungu polos berukuran 7X4 meter yang diibaratkan sebagai selombang air. Beberapa orang berdiri di atasnya sambil memukul kentongan. "Banjir...banjir!" teriak mereka panik.Tampak pula orang-orang yang membawa ban dalam mobil, bungkusan kain, botol-botol air mineral, dan ada yang pula yang mengusung perahu karet.Dalam aksinya itu, mereka membawa sejumlah spanduk yang antara lain bertulis "Banjir, tanya kenapa??" dan "Boong Kali Kalo Sutiyoso Udah Siap Menangani Banjir Jakarta." Tampak pula gambar kaleidoskop bencana di Indonesia sejak Januari hingga Desember 2006 yang tergambar dalam sebuah spanduk panjang berwarna putih.Sesampainya di Bundaran HI, para demonstran menaiki perahu karet yang telah diletakkan di bawah air mancur, seolah-olah sedang menyelamatkan diri dari hujan dan banjir.Para aktivis itu mendesak pemerintah agar segera mempercepat pembahasan RUU Penangulangan Bencana di Indonesia. Mereka juga menuntut pemerintah agar sistem penanganan ancaman banjir di Jakarta digunakan sebagai barometer penanggulangan bencana di Indonesia.
(nvt/nrl)











































