Dua Anaknya Tewas Tertimbun Benteng Tebing, Yati Shock

Dua Anaknya Tewas Tertimbun Benteng Tebing, Yati Shock

- detikNews
Senin, 25 Des 2006 13:45 WIB
Bandung - Siapa yang tidak sedih ditinggal mati dua anaknya dalam waktu yang bersamaan? Yati, ibu dari Cahyani (2,5) dan Sinta(17), mengaku shock atas musibah tersebut. "Saya shock dengan kejadian ini, saya nggak tahu apa lagi yang harus dilakukan. Sudah nggak bawa apa-apa lagi," ujar Yati dengan senyum getir, Senin (25/12/2006). Wanita yang hanya bisa berbaring lemas di rumah tetangganya, Ibu Enoy, mengaku belum tahu apa yang akan dilakukannya. Rumahnya di Kampung Panyairan Jompo, Desa Cigugur Girang RT 002/02, Parongpong, Kabupaten Bandung, sudah hancur akibat tertimbun benteng tebing yang longsor akibat guyuran hujan. Yati menceritakan, saat kejadian dirinya sedang nonton TV sendirian di ruang keluarga. Suaminya, Pak Usin, sedang menggendong Cahyani di kamar yang sama tempat Sinta tidur. Sedangkan Piyan terlelap di kamar yang lain. "Nggak tahu, nggak denger suara apa-apa. Rumah ya sudah tertimbun. Saya juga nggak tahu siapa yang menolong saya. Tahu-tahu sudah di rumah sakit," kisahnya dengan mata menerawang. Dari cerita Yati diketahui bahwa anaknya, Cahyani dan Sinta, langsung tewas di tempat ketika longsor disertai batuan besar menghantam rumahnya. Jadi saat dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin kedua kakak beradik ini sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Yati mengaku tubuhnya dari pinggang hingga kaki sakit semua karena tertimbun longsor. Dirinya belum bisa melakukan kegiatan apa-apa selain berbaring. Suaminya, Usin, hingga saat ini masih dirawat di RS Hasan Sadikin karena cedera tulang rusuk. "Bapak tulang rusuknya patah," katanya lemah. Saat ini jenazah Cahyati dan Sinta sudah dimakamkan. Mereka dikuburkan berdampingan di TPU di kampungnya. (gah/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads