Perayaan Natal di Bethlehem Muram
Senin, 25 Des 2006 06:15 WIB
Bethlehem - Natal dirayakan umat Kristiani di dunia dengan suka cita dan penuh nuansa religius. Namun justru di Bethlehem, suasana itu tidak seriang di belahan dunia lain.Di tempat kelahiran Yesus Kristus ini cuaca memang cerah. Namun ribuan umat Kristiani Palestina yang menghadiri misa di Gereja Nativity dibayangi krisis ekonomi yang mengancam seluruh rakyat."Ini Natal yang menyedihkan," ujar Walikota Bethlehem Viktor Batarseh seperti diberitakan AFP, Senin (25/12/2006).Sikap pemerintahan Hamas yang menolak pengakuan terhadap Israel membuat negara-negara Barat membekukan bantuan ekonomi. Situasi politik dalam negeri Palestina pun menurunkan turisme di Bethlehem."Termasuk turis lokal, tahun ini paling hanya 10.000 pengunjung," lanjut Viktor.Selain kondisi ekonomi, tembok isolasi buatan Israel juga dirasakan mempersulit umat Kristiani untuk merayakan Natal. Tembok ini dinilai rakyat Palestina sebagai pencaplokan tanah mereka."Tembok ini menakutkan kami, seperti memasuki wilayah perang," ujar Adnan Sobeh, pemilik toko suvenir.Menurutnya, umat Kristiani dari Israel datang dan pergi dengan terburu-buru di Bethlehem. Ditambah dengan situasi di Irak dan Libanon, mereka merasa seluruh Timur Tengah sedang perang."Namun faktanya, Bethlehem begitu damai dan tenang," tandasnya.
(fay/fay)











































