Gereja di Langkat Kebanjiran, Misa Natal Ditunda
Minggu, 24 Des 2006 18:20 WIB
Langkat - Bencana banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut) menyebabkan sejumlah gereja menunda misa Natal, yang seharusnya akan digelar pada Minggu (24/12/2006). Sebab, sejumlah gereja masih terendam air, sementara yang lainnya belum lagi dibersihkan dari lumpur.Sintua HL Tobing, pengurus gereja di Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Besitang menyatakan, karena banjir ini, maka kesemarakan perayaan Natal di gereja jauh berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebab banyak jamaat yang menjadi korban dan masih berada di pengungsian."Seharusnya pada hari ini dilakukan misa untuk anak-anak dan perempuan, namun karena gereja belum dibersihkan, terpaksa ditunda sampai besok," kata HL Tobing di sela-sela pembersihan gereja. Menurut Tobing, sekiranya pun hari ini gereja masih terendam air, maka kegiatan Natal tetap akan dilaksanakan, namun tempatnya mungkin dipindah. "Bisa saja di alam terbuka, atau tempat lain yang memadai," kata Tobing.Kegiatan pembersihan gereja untuk pelaksanaan Natal juga terlihat pada gereja-gereja lainnya yang berada di Kecamatan Besitang, salah satu kecamatan yang paling parah dilanda banjir di Kabupaten Langkat. Di Gereja Methodist Indonesia (GMI) Betesda di Desa Bukit Mas, puluhan jamaat gereja bergotong-royong membersihkan sampah dan lumpur yang dibawa banjir.Kondisi serupa juga terlihat pada Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Resort Besitang yang berada tidak jauh dari Gereja Kristen Protestan Indonesia. Para pengurus gereja menggunakan sapu, dan kereta sorong untuk mengangkut lumpur. Di bagian dalam gereja sejumlah pernik penghias sudah terpasang di bagian atap dan mimbar gereja.
(rul/asy)











































