Pemprov Sumut Bantah Lamban Tangani Bencana

Pemprov Sumut Bantah Lamban Tangani Bencana

- detikNews
Minggu, 24 Des 2006 14:07 WIB
Medan - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) gerah dengan tudingan lamban dalam penanganan bencana di provinsi itu. Semua pihak diimbau untuk tidak terlalu cepat menyudutkan dalam menyikapi penanganan bencana alam ini. Kepala Badan Informasi dan Komunikasi (Infokom) Sumut Eddy Syofian menyatakan, bencana merupakan sesuatu yang tidak direncanakan. Namun jika terjadi, yang diperlukan adalah bagaimana kesiapan semua pihak, termasuk masyarakat, dalam memahami cara menyelematkan diri dari ancaman itu sendiri."Pemerintah mengharapkan dukungan kelompok-kelompok strategis di masyarakat untuk bersama-sama melakukan program sosialisasi bahaya yang mengancam masyarakat, baik terhadap ancaman gempa, tsunami, banjir, longsor atau bencana ekologis lainnya," ujar Eddy Syofian di Medan, Minggu, (24/12/2006). Kesiapan masyarakat tersebut, kata Eddy, dirasakan sangat mendesak. Termasuk mengembangkan kearifan-kearifan lokal dan latihan-latihan evakuasi diri harus dilakukan secara berkala dan tidak dianggap remeh. Apalagi Sumut beruntun dilanda bencana seminggu belakangan. Pada 18 Desember telah terjadi gempa diikuti longsor di dua kecamatan, Kecamatan Muarasipongi dan Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal. Sementara upaya tanggap darurat dan tahapan rehabilitasi tengah berlangsung, muncul kembali peristiwa banjir besar yang melanda 12 kecamatan di Kabupaten Langkat."Seluruh kekuatan aset yang dimiliki daerah maupun yang dimiliki pusat di daerah telah diupayakan untuk bergerak maksimal menanggulangi keadaan pasca bencana tersebut. Namun karena bencana tidak bisa menunggu waktu dan biaya, sehingga apa yang dilakukan adalah bagaimana dalam situasi darurat, harus ada aksi, karena yang penting adalah menyelamatkan manusia yang masih hidup. Tahapan inilah, yang terkadang ada yang menyampaikan kesan, seolah-olah pemerintah lamban, tidak bekerja secara profesional," kata Eddy. Disebutkan Eddy, meski pemerintah memiliki tanggung jawab dalam menanggulangi bencana tetapi peran masyarakat sangat diperlukan dengan membangun kesadaran kolektif untuk membantu penanggulangan bencana. "Tidak akan mungkin keadaan yang serba darurat kita mencari semua sisi harus baik. Yang jelas, bagaimana situasi bisa aman dan terkendali, dan keresahan masyarakat masih bisa ditanggulangi," ujar dia. (rul/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads