9 Orang Tewas, 70 Ribu Ngungsi

Banjir di Aceh

9 Orang Tewas, 70 Ribu Ngungsi

- detikNews
Minggu, 24 Des 2006 12:53 WIB
Banda Aceh - Akibat banjir di enam kabupaten di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), tujuh puluh ribu jiwa terpaksa mengungsi. Hingga Minggu (24/12/2006), korban tewas mencapai 9 orang. "Lima korban dari Aceh Utara dan empat dari Gayo Lues," terang Kabag Humas Pemda NAD, Nurdin F Jos pada detikcom, Minggu (24/12/2006). Menurut dia, jumlah korban tewan ini kemungkinan akan bertambah, karena masih banyak data yang belum bisa dihimpun karena beberapa daerah terisolir."Seperti Aceh Tamiang, salah satu wilayah yang cukup parah. Kami belum berhasil mengontak mereka. Jadi kami belum mengetahui kabar terkini dari sana. Tapi pagi ini, gubernur, pangdam dan kapolda sudah menuju ke daerah-daerah yang terkena banjir untuk melihat kondisi terakhir," lanjut dia. Sementara itu, dari data yang dihimpun detikcom, banjir di kawasan Aceh Utara sudah merembet ke 18 kecamatan dari 22 kecamatan yang ada. Bahkan, banjir juga sudah merembes ke badan jalan Banda Aceh-Medan."Di tempat-tempat yang rendah air mencapai 2 meter dan sampai hari ini belum juga surut karena hujan turun lagi sebelum air benar-benar surut," jelas Kabag Humas Pemda Aceh Utara, Azhari Hasan pada detikcom, Minggu (24/12/2006) per telepon. Kecamatan Langkahan dan Tanah Pasir merupakan derah yang paling parah diterjang banjir. Disebutkan dia, Pemda Aceh Utara masih terus mengirim logistik ke sejumlah titik pengungsian. Jumlah pengungsi hingga pagi ini mencapai 107 ribu jiwa. Jumlah ini juga akan terus bertambah karena masih banyak warga yang tidak bisa meninggalkan desanya. Mereka terjebak air yang tinggi dan terpaksa harus bertahan di atap-atap rumah mereka. Dari Aceh Timur dilaporkan, banjir juga semakin parah di beberapa kecamatan. Menurut Ketua Satkorlak Aceh Timur, HT Adjuran Raden, banjir paling parah terjadi ke Kecamatan Simpang Jernih dan Serbajadi. Bahkan, bantuan logistik belum bisa tersalurkan ke kawasan ini karena belum bisa ditembus akibat luapan air yang sangat deras. Kondisi yang sama parahnya juga terjadi di Kabupaten Gayo Lues. Bahkan, ribuan warga dilaporkan terkurung di desa mereka akibat terputusnya sejumlah jalan dan jembatan. (ray/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads