Peluncuran Raskin Diwarnai 'Kampanye' Foke
Sabtu, 23 Des 2006 17:51 WIB
Jakarta - Peluncuran raskin di wilayah DKI Jakarta sempat diwarnai 'kampanye' Wagub DKI Jakarta Fauzi Bowo yang akan bertarung dalam Pilkada DKI sebagai salah satu calon dari PDIP. Foke berjanji jumlah rakyat miskin Jakarta akan berkurang.Peluncuran raskin dipusatkan di Ladivre Bulog DKI Jakarta, Kepala Gading, Jakarta Utara, Sabtu (23/12/2006).Acara dihadiri warga yang masuk kategori miskin dan sangat miskin dari 5 kotamadya di DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu.Dalam sambutannya, Foke -- panggilan akrab Fauzi Bowo -- menegaskan, penanggulangan kemiskinan merupakan program prioritas Pemprov DKI."Namun ciri kemiskinan di sini beda dengan provinsi lain, seluruh keluarga miskin punya pekerjaan di sektor informal. Kita punya target 2002-2007 mengurangi kemiskinan di DKI 4-9 persen dari total penduduk 8,7 juta," ujarnya.Pemprov DKI, imbuh dia, masih punya waktu 1 tahun untuk mewujudkan hal itu."Kalau dilihat urutan di DKI Jakarta, yang paling banyak orang miskinnya, Jakarta Utara, tapi bukan berarti Jakut tempatnya orang miskin. Maksudnya, Jakut tempatnya pemerintah memberi perhatian besar," tegas Foke disambut tepuk tangan warga yang hadir di acara tersebut.Dalam pembagian raskin, kata Foke, harusnya Jakut yang memiliki 48.400 rumah tangga miskin mendapat porsi raskin yang besar."Saya minta ke lurah, camat, betul-betul mengawasi dan mengendalikan agar semua pihak memberikan raskin tepat sasaran," ujarnya.Pemerintah, kata dia, bertanggung jawab atas masyarakat yang membutuhkan beras. Apalagi yang menanggung akibat dari kenaikan harga adalah masyarakat miskin."Jadi operasi pasar beras tetap jalan. Di mana ada gejolak harga, ada intervensi pemerintah," katanya.Dia berharap, 2007 nanti kelancaran penyaluran raskin lebih baik dari tahun sebelumnya, sehingga betul-betul sampai ke tangan warga yang membutuhkannya, khususnya warga DKI Jakarta.Usai sambutan, Foke memberikan kantong beras secara simbolik kepada warga DKI sebanyak 10 kg per orang. Raskin ini hanya dihargai Rp 1.000 per kg dan hanya disalurkan selama 12 bulan.Pemberian raskin dilakukan secara bergiliran dengan Mendag Mari Elka Pangestu, dan Dirut Perum Bulog Widjanarko Puspoyo.
(umi/sss)











































