Amien: Terlalu Dekat AS, SBY Tahun 2009 Bisa Bahaya
Sabtu, 23 Des 2006 13:58 WIB
Yogyakarta -
Mantan Ketua MPR Amien Rais mengingatkan agar pemerintah Indonesia tidak terlalu dekat menjalin hubungan dengan AS. Bila terlalu dekat, SBY di tahun 2009 nanti bisa bahaya. Karena tahun itu di Indonesia ada pemilihan presiden lagi.Hal itu diungkapkan Amien saat acara 'Seminar Nasional Akhir Tahun 2006' yang diselenggarakan Yayasan Rausyanfikr di gedung University Center (UC) kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sabtu (23/12/2006)."Waktu teman saya saat menyambut Bush keterlaluan, sampai Kebun Raya Bogor dirusak, kalau teman saya nanti dicap pro-Amerika, 2009 bisa bahaya," kata mantan ketua umum PAN ini.Ketika Amien menyebut pemerintahan SBY itu sebagai teman, ratusan peserta seminar yang memenuhi gedung UC UGM langsung tertawa dan tepuk tangan. Dalam seminar, turut tampil sebagai pembicara, Duta Besar Iran untuk Indonesia Behrouz Kamal Vandi."Pemerintah yang didukung oleh AS itu biasanya tampak kuat dan garang. Namun kalau rakyatnya mengatakan 'enough is enough', maka itu hanya menjadi macan ompong atau macan kertas saja dan tidak ada kekuatannya lagi. Hal itu telah terbukti di Iran saat revolusi Iran," ujar Amien.Dia juga mencontohkan kasus pemerintahan Nur Al Maliki di Irak, Fuad Semyora dari Libanon dan Kharzai dari Afganistan. Karena semua pemerintah tersebut pro-AS, maka tinggal menunggu waktu untuk jatuh. Sebab rakyat-rakyat di Irak, Afganistan dan Libanon sudah berani mengatakan emoh kepada pemimpin yang terlalu menghamba kepada barat, terutama pada AS."Ini sebagai pelajaran yang harus dipetik pemerintahan Indonesia. Seharusnya pemerintah Indonesia tidak perlu takut dengan negara lain seperti AS dan Presiden George W Bush beserta teman-temannya seperti Tony Blair dari Inggris dan John Howard dari Australia," ujar Amien.Guru besar ilmu politik UGM ini mengingatkan juga, bila watak imperialis itu selalu dibarengi watak kolonialis. Hal itu ditunjukkan dengan kemauan AS dan negara sekutunya untuk tetap menjadi polisi dunia, dan tidak boleh ada satupun negara yang akan menyamai atau mengungguli."Tapi alhamdulillah sekarang Bush tidak laku lagi di sana, meski laku keras saat di Bogor kemarin," sindir Amien disambut tawa hadirin.
(bgs/sss)










































