SBY-JK 2007 Kian Gonjang-ganjing
Sabtu, 23 Des 2006 13:26 WIB
Jakarta - Prospek dan situasi politik tahun 2007 diprediksi makin gonjang-ganjing. Ini disebabkan pressure terhadap SBY-JK masih kuat, dan konflik antara SBY dengan JK masih besar."Selain itu kondisi ekonomi belum juga ada peningkatan," kata pengamat politik LIPI Tjipta Lesmana dalam diskusi bertajuk 'Catatan akhir tahun bidang politik dan prediksi tahun 2007' di Kafe Time Break, Plasa Semanggi, Jakarta, Sabtu (23/12/2006).Untuk itu, lanjut dia, SBY-JK harusnya berbenah diri. SBY jangan sering ke luar negeri, sebab kondisi dalam negeri masih banyak permasalahan yang harus diselesaikan dulu. Rakyat juga masih miskin, belum lagi bencana-bencana."Waktu SBY ke Tokyo, saya pikir tidak ada gunanya, karena pada saat yang sama, pipa Pertamina meledak di lokasi semburan lumpur di Sidoarjo. Kalau terus-terusan begini, tahun 2007 bakal semakin gonjang-ganjing," tandas Tjipta Lesmana.Sementara Ketua DPP PDIP Sutradara Gintings menilai tahun 2007 adalah tahun penentuan untuk pemerintahan SBY untuk meyakinkan masyarakat atas kinerjanya."Karena 2008 itu sudah memasuki masa pemilu, sudah terdapat political claim interaction yang baru. Jadi 2009 sudah nggak ada waktu lagi," katanya."Karena yang menjadi persoalan itu bukan suka atau tidak suka terhadap SBY, tapi siapa pun yang jadi presiden itu harus memakai atau menggunakan parameter sebelumnya untuk keberhasilan pemerintahannya. Jika tidak, nanti rakyat itu akan memilih presiden bukan berdasarkan kepada parameter itu tetapi hanya fisik capres," lanjutnya.Parameter itu, tutur dia, antara lain bagaimana kemampuan presiden melayani publik dan mengatasi permasalahan publik, harus bisa menyejahterakan rakyat secara umum, dan harus bisa mengontrol konflik yang sedang terjadi ataupun yang kemungkinan akan terjadi.
(sss/ir)











































