Semalaman Terdampar, Penumpang Bus Nekat Tembus Banjir Langkat
Sabtu, 23 Des 2006 09:38 WIB
Langkat - Banjir besar yang memutuskan jalur NAD-Sumatera Utara sejak Jumat 22 Desember dinihari menyebabkan ratusan penumpang bus dari Banda Aceh yang akan menuju Medan terdampar di Desa Bukit Kubu di depan Polsek Besitang.Setelah menginap selama 1 malam, akhirnya mereka memutuskan untuk nekat menembus air yang menghadang. Untungnya, ketinggian air sudah mulai surut sekitar 50 Cm dari ketinggian sebelumnya yang mencapai 2 meter.Dari pantauan detikcom, Sabtu (23/12/2006), para penumpang itu mulai bergerak dari Desa Bukit Kubu sekitar pukul 07.00 WIB. Sebagian penumpang ada yang nekat berjalan kaki menembus air dengan menjinjing barang bawaannya. Sebagian yang lain ada yang memanfaatkan jasa angkutan sampan yang disediakan warga sekitar.Ilyas, salah satu penumpang bus yang akan menuju Medan menyatakan dirinya sengaja menempuh banjir lantaran tidak ada kepastian kapan air akan surut. Ilyas pun lebih memilih untuk menembus air dengan berjalan kaki."Daripada nunggu lama, lebih baik menyeberang saja. Tapi mau naik sampan mahal, harganya Rp 50 ribu per orang. Saya tidak punya uang. Ya saya jalan saja," tutur Ilyas. Hingga berita ini diturunkan, jumlah penumpang yang tersisa di Desa Bukit Kubu sekitar 50 orang.
(ary/ary)











































