Pulang Ujian, Dua Pelajar Kena Bacok di Bus

Pulang Ujian, Dua Pelajar Kena Bacok di Bus

- detikNews
Jumat, 22 Des 2006 22:48 WIB
Jakarta - Nasib naas dialami 2 siswa STM 53 DKI, Mangga Besar. Mereka kena bacok saat menaiki bus 940 Grogol-Tanjung Priok, sepulang melaksanakan ujian di sekolahnya.Peristiwa pembacokan ini terjadi pada Jumat (22/12/2006) sekitar pukul 11.00 WIB. Kala itu Hendrik (17) dan Hendi Suryadi (15) serta belasan teman sekela mereka tengah berada di dalam bus. Tiba-tiba sekitar 20 pelajar dari sekolah lain menyetop dan menaiki bus tersebut di daerah perlintasan rel kereta api, depan Plaza Maspion, Gunung Sahari, Jakarta Utara."Mereka membawa golok, celurit, dan tombak bambu," kata Hendrik, saat ditemui di RSUD Koja.Ketika gerombolan pelajar itu naik, siswa kelas dua itu berdiri di dekat pintu belakang. Hendrik pun berusaha melarikan diri dan turun dari bus. Namun, salah seorang diantara gerombolan pelajar itu menombak warga Jalan Ampera Besar, Pademangan Barat, Jakarta Utara, itu dari belakang. Punggung kanan Hendrik pun terluka. "Tembus sampai tulang," cetus Hendrik menahan nyeri..Setali tiga uang, nasib sobatnya Hendi, lebih sial. Pelajar kelas satu itu tengah berdiri karena penumpang penuh. Saat gerombolan pelajar penyerbu masuk, dia menjadi sasaran pembacokan. Betis kanan dan paha kanannya terluka bacok. Sementara pergelangan tangan kanannya, yang dia gunakan untuk menangkis serangan, terluka oleh golok.Hendi menduga para penyerbu berasal dari sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK 35) di Kampung Jawa, di daerah Grogol, Jakarta Barat. "Kami memang bermusuhan," ucap Hendi di tempat yang sama.Usai penyerbu kabur, rekan-rekannya membawa warga Kalimati, Pademangan Timur, itu ke Puskesmas Ampera Besar. Pihak puskesmas membawa Hendi ke rumah sakit. Menurut Hendi, sopir bus sebenarnya sudah berusaha menutup pintu bus, tapi rombongan penyerbu keburu masuk."Kami masih mencari tahu identitas penyerbu. Korban kan masih dirawat di rumah sakit," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Pademangan, Inspektur Satu Suteja. (ndr/ary)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads