'Piala Citra' untuk Aparatur
Jumat, 22 Des 2006 17:54 WIB
Jakarta - Ternyata tak hanya aktor dan aktris yang bisa mendapat Piala Citra, aparatur pemerintahan pun bisa mendapatkan anugerah tersebut. Tentu tidak perlu jadi bintang film dulu, tapi dengan memberikan pelayanan maksimal pada publik yang menjadi tugasnya.Presiden SBY menyerahkan penghargaan itu ke sejumlah pembina unit pelayanan publik yang dinilai berhasil melakukan inovasi di bidangnya masing-masing, minimal selama 1,5 tahun terakhir.Piala Citra Bhakti Abdi Negara diserahkan SBY kepada lima kepala daerah. Mereka adalah Bupati Jembrana, I Gede Winasa; Bupati Sragen, Untung Wiyono; Walikota Palembang, Eddy Santana; Walikota Bandung, Dada Rosada; dan Walikota Jakarta Pusat, Muhayat.Piala Citra Pelayanan Prima diserahkannya kepada dr I Made Sugiana, kelapa puskesmas Belo Utama, Bima, NTB; Memet Gunawan, dirut PDAM Tirta Pakuan, Bogor; Dr Achmad Thamrin, direktur RSU Dr Soedono, Madiun, Jatim; Drs Agus Santoso, kepala pelayanan perbendaharaan khusus Banda Aceh; dan Teddy Minahasa, kepala seksi STNK Samsat Jakarta Selatan."Apa yang telah mereka lakukan adalah upaya mendorong perwujudan pemerintahan yang baik dan bersih. Pantas bila negera berterima kasih pada mereka," kata SBY dalam pidatonya di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta (22/12/2006).Sementara Menneg PAN Taufik Effendi menyerahkan penghargaan pada sejumlah aparatur pemerintahan yang dinilai berhasil melakukan terobosan penting dalam persoalan layanan publik yang sulit, tanpa melanggar ketentuan perundangan yang lebih tinggi. Ada 11 orang yang menerima piagam Citra Pelopor Inovasi Pelayanan Prima.Mereka adalah Gubernur Jatim, Imam Utomo; Gubernur Gorontalo, Fadel Muhammad; Gubernur Sumbar, Gamawan Fauzi; Bupati Jembrana, I Gede Winasa; Bupati Sragen Untung Wiyono; Bupati Sidoarjo, Win Hendarso; Bupati Karanganyar, Rina Iriana Ratnaningsih; Walikota Balikpapan, Imdad Hamid; Walikota Bontang, Jusuf SK; dan Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Djoko Susilo."Kemajuan suatu daerah banyak ditentukan oleh kepemimpinan kuat dari kepala daerahnya. Hal ini tercermin dari keberanian mengambil keputusan yang berorientasi kuat pada kepentingan masyarakat, walau kadang tidak populer dan di luar kebiasaan," ujar Menneg PAN dalam sambutannya.
(lh/sss)











































