Parade Nusantara Jadi Parpol, Hendropriyono Batal Orasi
Jumat, 22 Des 2006 16:44 WIB
Jakarta - Masih ingat Parade Nusantara? Ini adalah organisasi yang menampung ratusan ribu perangkat desa di Jawa dan Bali. Organisasi tersebut mendeklarasikan diri sebagai partai politik.Deklarasi digelar di Hotel Grand Cempaka, Jalan Cempaka Putih, Jakarta, Jumat (22/12/2006).Beberapa waktu lalu, Parade Nusantara menuntut dilakukannya amandemen terhadap UU Nomor 32 Tahun 2004 serta PP No.72/2005 yang mereka anggap mengebiri kepala desa.Semula dalam deklarasi parpol ini, mantan KaBIN Hendropriyono yang menjadi simpatisan partai akan berpidato dalam deklarasi tersebut. Sayang Hendro tidak datang. Selain Hendro, simpatisan partai yang dipimpin Sudir Santoso itu adalah politikus senior Marwah Daud Ibrahim."Pak Hendro berkomunikasi dengan kita sejak dua bulan lalu," ungkap Sudir.Dalam sambutannya, Sudir menyatakan, target partai ini adalah menguasai 51 persen kursi di DPRD, provinsi dan kabupaten/kota."Kami tidak akan menjual tokoh-tokoh nasional, tapi tokoh-tokoh lokal yang dekat dengan rakyat," katanya.Dijelaskan Sudir, ada 71 ribu kepala desa dan 972 ribu perangkat desa yang menjadi anggota parpol. Kepala-kepala desa itu akan dicalonkan sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2009 mendatang.Rencananya, grand lauching partai ini akan digelar 3 April 2007 di daerah Trowulan, Jawa Timur. Sampai April nanti, parpol ini menargetkan pendirian cabang di 440 kabupaten. "Basis kami memang di Pulau Jawa," kata Sudir yang kini menjabat sebagai Kades Kedung Winong, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jateng. Dalam deklarasi, Partai Parade Nusantara menggunakan logo bintang, padi, 2 ikan dalam lingkaran berwarna merah.
(umi/nrl)











































