Jatuh dari Heli, 4 Polisi Hutan Minta Maaf pada Menhut
Jumat, 22 Des 2006 16:38 WIB
Jakarta - Empat polisi hutan yang jatuh dari helikopter ketika sedang beraksi di depan Menhut MS Ka'ban merasa bersalah. Mereka mengaku tidak mampu menunaikan tugas dengan baik."Saya jumpai mereka kemarin di rumah sakit. Mereka mengatakan, maaf Pak saya tidak bisa melaksanakan tugas dengan baik," cerita Menhut pada wartawan di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (22/12/2006)."Saya katakan tidak apa-apa. Yang penting kalian selamat, dalam arti tidak sampai merenggut nyawa," imbuh Menhut.Apakah insiden itu akibat kesalahan koordinasi dari aparat yang di atas dan di bawah? "Nanti pihak Diklat Secapa Polri akan mengadakan evaluasi. Tapi saya melihat itu bukanlah sesuatu yang disengaja. Saya sendiri di situ melihat sendiri," beber Menhut.Menhut menuturkan, keempat polisi hutan yang baru saja dilantiknya itu lupa mengunci peralatan sehingga terjatuh dari heli. "Semangat sekali mereka itu. Lupa mengunci. Kalau mereka ingat mengunci ya tidak apa-apa (tidak jatuh)," ujar Menhut.Lalu yang bertanggung jawab siapa? "Yang tanggung jawab ya saya sebagai Menhut tentunya," jawab Menhut.Menhut menyatakan, keluarga korban juga dipanggilnya. "Semua biaya perawatan ditanggung oleh Dephut," ujarnya.Keempat polisi hutan yang jatuh dari ketinggian 15-an meter dari helikopter itu adalah Agus Erlanto (Kaltim), Budi Sampurno (Kalbar), Yerri Surrachman (Kalbar), dan Cecep Hidayat (DIY). Keempatnya menderita patah tulang kaki dan tangan. Saat ini mereka dirawat di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.Mereka jatuh di depan Menhut dalam acara penutupan Program Satuan Khusus Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) di Sukabumi 21 Desember kemarin.
(nrl/sss)











































