Tersangka Pencurian Tewas, Polsekta Margacinta Diserbu
Jumat, 22 Des 2006 16:08 WIB
Bandung - Sekitar 200 warga mendatangi Polsekta Margacinta, Bandung, Jawa Barat. Mereka curiga dan mempertanyakan kematian Rauf (55) yang dinilai tidak wajar. Rauf adalah tersangka pencurian dengan pemberatan.Saat tiba di Polsekta Margacinta, Jalan Margacinta, Bandung, sekitar pukul 09.30 WIB, Jumat (22/12/2006), warga ditemui oleh Kapolsekta Margacinta AKP Nurjaman.Menurut Eman (54), sepupu yang juga rekan kerja Rauf sebagai hansip di Kompleks Margahayu Raya, Bandung, kematian Rauf diketahui oleh warga sekitar pukul 06.00 WIB dari ketua RW setempat."Kata Pak RW, Rauf meninggal di kantor polisi, kami kaget, karena saat dijemput polisi, Rauf dalam keadaan sehat," ujarnya.Dia menjelaskan, sekitar pukul 18.00 WIB, Kamis 21 Desember kemarin, datang dua orang yang mengaku sebagai anggota polisi tanpa menyebutkan kesatuannya dan tidak menunjukkan surat tugas. Mereka hanya mengatakan akan membawa Rauf terkait pembongkaran rumah."Seperti diculik saja dan seolah-olah menuduh Rauf terlibat pembongkaran rumah," kata Eman saat ditemui di rumah Rauf di Kampung Rancabolang, RT 1 RW 9 Kelurahan Sekejati, Margacinta, Bandung.Sekitar pukul 22.00 WIB, tutur Eman, datang lagi 4 orang yang mengaku polisi dan menggeledah rumah Eman, serta membawa golok panjang. Polisi juga membawa barang-barang antik milik korban.Eman melanjutkan, setelah mendapatkan informasi kematian Rauf, keluarga korban langsung mendatangi RS Kartika Asih di Jalan M Toha."Mayat Rauf terlihat lebam di sekujur tubuhnya, terutama bagian wajah. Kami minta kasus ini diselesaikan hingga tuntas, karena kematiannya tidak wajar," tegas Eman.DiambilalihSementara itu saat akan dimintai keterangan resmi dari Polsekta Margacinta, pihak Polresta Bandung Timur langsung mengambil alih.Kapolresta Bandung Timur AKBP Erwin Faisal menyatakan, Rauf adalah salah satu pelaku dari 4 pelaku pembongkaran rumah milik Tata yang berada di Jalan Yupiter Tengah I, Nomor 42, Kompleks Margahayu Raya yang terjadi pada 17 Desember dengan kerugian sekitar Rp 100 juta."Salah satu tersangka yaitu Rauf dipukulin masyarakat hingga tewas, saat ini sedang diotopsi di RS Hasan Sadikin," katanya.Namun Erwin mengelak ketika diminta menjelaskan tempat dan waktu penghakiman Rauf oleh massa. "Sudahlah cukup dulu, kasus ini masih sedang kami kembangkan," kilahnya.Saat ditanya, apakah ada masyarakat yang melakukan pemukulan yang dimintai keterangan, dia mengaku belum. "Kami masih mencari," katanya.Namun pihaknya kini tengah memeriksa 4 anggota polisi yang terlibat saat penangkapan Rauf. "Kami akan menyelidiki, apakah anggota kami telah melaksanakan tugas dengan baik dengan melindungi pelaku. Jika memang ada anggota polisi yang melakukan kelalaian, akan ditindak tegas," tuturnya.Mengenai kedatangan ratusan warga yang mempertanyakan kematian Rauf diakui Erwin.Menurutnya, sebagian warga setelah diberi penjelasan akhirnya mengerti, namun ada warga yang tidak terima, lalu mereka mendatangi rumah pelapor dan melempari rumah itu. Karenanya dia menerjunkan tim untuk mengamankan rumah pelapor.Pantauan detikcom di rumah pelapor, Jalan Yupiter 1 Nomor 42, kaca jendela rumah bercat putih dan berlantai dua itu pecah berhamburan, kursi di teras juga patah di beberapa bagian, demikian juga pot bunga. Terlihat ada sekitar 20 anggota Dalmas dari Polsek Margacinta yang berjaga-jaga.
(umi/sss)











































