Deklarasi Partai Hanura
Kalla Ucapkan Selamat ke Wiranto
Jumat, 22 Des 2006 14:24 WIB
Jakarta - Ucapan selamat terus mengalir ke Wiranto setelah mendeklarasikan Partai Hanura. Kali ini dari Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla. Pengunduran diri Wiranto dari Golkar pun disetujui."Tentu kita ingin ucapkan selamat datang ke dunia politik riil kepada Pak Wiranto sebagai pemimpin partai," kata Kalla.Hal ini disampaikan Kalla dalam jumpa pers di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2006).Kalla mengaku telah menandatangani surat permintan berhenti Wiranto dari Golkar."Karena jangan lupa beliau diusung oleh Partai Golkar pada Pilpres yang lalu. Karena itu beliau Partai Golkar. Karena beliau Partai Golkar, beliau minta mundur dan tadi pagi kita setujui karena tidak boleh ada dua partai dalam satu orang," ujarnya.Menurut dia, Partai Hanura memberikan semangat baru pada demokrasi."Demokrasi tidak bisa lepas dari kritikan, dukungan, dan apa yang dikemukan oleh para tokoh-tokoh itu tentu saja kita sangat menghargai dan kita pelajari apa kritikan itu dan kritikan itu penting untuk memperbaiki semua usaha yang dijalankan," kata Kalla.Namun, lanjut Kalla, kritikan juga harus obyektif, tidak bisa langsung karena alasan politik, langsung dikatakan pemerintah gagal. "Padahal pemerintah seperti diketahui banyak kemajuan yang dicapai bahwa masih ada yang belum dicapai jelas ini kan program 5 tahun, ini kan baru 2 tahun. Jangan dinilai seperti itu. Kalau Anda bikin neraca 3 tahun lalu, pasti situasi sekarang sudah lebih baik," beber Kalla."Tanggapan saya dikritik boleh tetapi juga harus mengakui hal yang baik, jadi kita menghargai hal yang seperti itu," lanjutnya.Try CsSaat ditanya mengenai pertemuan Try Sutrisno Cs dengan Ketua DPR Agung Laksono, Kalla tidak mempersoalkannya."Tiap hari kan puluhan orang ke DPR. Kita tidak bisa menanggapi siapa saja ke DPR apalagi pertemuannya tertutup. Tetapi saya ingin katakan silakan terbuka, ini demokrasi, kita menghargai seperti itu demokrasinya. Namun juga harus obyektif itu baru kita menghargai demokrasi seperti itu," kata Kalla.
(aan/nrl)











































