Motif Parpol Baru Dipertanyakan
Jumat, 22 Des 2006 00:21 WIB
Jakarta - Berbagai partai politik baru bermunculan, terkini Partai Hati Nurani yang disingkat Hanura pimpinan Jenderal (Purn) Wiranto. Dikhawatirkan munculnya parpol-parpol baru hanya dijadikan kendaraan politik seorang figur menuju Pemilu Presiden 2009."Kita kagum atas kebebasan untuk mendirikan parpol, tapi masalahnya pendirian partai itu motifnya apa? Apa karena kekuasaan, apa karena uang, karena fungsi partai itu jadi sangat penting," kata Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Muladi usai penutupan Kursus Reguler Angkatan ke-39 di Gedung Lemhannas, Jl Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (21/12/2006).Menurut Muladi, yang penting bagaimana rekrutmen kepemimpinan. Orang yang membuat partai itu harus orang yang tangguh dan memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, disamping dikenal masyarakat."Jadi hak Pak Wiranto untuk mendirikan partai, tapi soal dipilih atau tidak itu diuji dalam pemilu nanti," jelas Muladi.Muladi mengkhawatirkan banyaknya parpol baru yang bermunculan justru hanya digunakan sebagai kendaraan untuk bisa maju ke pemilu mendatang. Menurutnya, ini hanya buang-buang energi bila tidak memperhatikan rekrutmen kepemimpinan yang baik."Kalau sudah kalah, partai-partai itu harus nyerah, jangan ganti kulit dan nama lalu nongol lagi. Itu buang-buang energi. Lebih baik partai yang kalah itu gabung buat partai yang besar," ujarnya.Muladi juga menceritakan saat dirinya menjabat sebagai Menteri Kehakiman ada sekitar 100-an partai politik yang mendaftarkan diri. Namun partai-partai itu berguguran akibat adanya seleksi administrasi dan seleksi alam.Munculnya partai-partai politik ini merupakan refleksi dari reformasi. Tapi Muladi setuju dengan rencana pembatasan parpol dengan electoral threshold. "Itu saya kira penting sekali, 2 persen menjadi 5 persen. Ini memang harus ada pengaturan, kita tidak bisa menjadikan oposisi jadi satu," tandasnya.
(zal/zal)











































