58 Sopir Taksi Mitra Adukan Perusahaan ke Polres Depok
Kamis, 21 Des 2006 17:03 WIB
Jakarta - Sebanyak 58 pengemudi taksi Mitra mendatangi Mapolres Depok, Kamis (21/12/2006) pukul 11.00 WIB. Mereka mendatangi markas polisi tersebut untuk memenuhi panggilan kepolisian atas pengaduan pihak perusahaan yang menuduh mereka melakukan penggelapan. Tapi mereka justru menilai perusahaan telah melakukan penipuan. "Kami ke sini minta perlindungan dan minta kejelasan status mobil yang sudah kami kredit," ujar kata salah seorang pengemudi, Sukardi, kepada detikcom di Mapolres Depok, Jl. Margonda, Depok, Jawa Barat.Dia mengatakan persoalan yang menimpa perusahaannya tempat dia bekerja berawal ketika salah seorang pemilik perusahaan, Yuli Eka Purnama, secara sepihak menyatakan perusahaan tidak mmberikan kredit kepemilikan taksi tersebut kepada para pengemudi."Padahal tahun 2004 ketika perusahaan menambah armada mobil KIA, Hyundai dan Toyota, mobil dikreditkan kepada pengemudi dengan cicilan selama 5 tahun, dan uang muka Rp 5 juta. Tapi setelah berjalan, pihak perusahaan tiba-tiba menyatakan perjanjian itu tidak berlaku," tandas Sukardi.Karena keputusan sepihak perusahaan tersebut, para pengemudi taksi berwarna hijau itu menilai perusahaan telah melakukan tindakan penipuan. Mereka mempertanyakan mengenai uang yang sudah disetorkan ke perusahaan. "Tapi anehnya, perusahaan malah balik melaporkan para pengemudi ke Polres dengan tuduhan penggelapan mobil," ujarnya.Sebagai bentuk protes terhadap kebijakan perusahaan, para pengemudi taksi yang pool-nya di Sawangan ini memutuskan untuk tidak beroperasi dan mereka membawa mobil taksinya ke rumah masing-masing, bukan ke pool.Akibatnya, ujar Sukardi, pihak perusahaan menyewa sejumlah preman untuk melakukan sweeping dan mandatangi rumah mereka untuk mengambil mobil secara paksa."Kami ke sini minta perlindungan dari preman-preman itu. Jadi mobil ini kami bawa ke Polres untuk minta diamankan oleh polisi. Terserah bagaimana sikap polisi," kata dia.Hingga pukul 16.00 WIB sejumlah pengemudi masih diperiksa di Mapolres Depok. Mobil taksi yang dikendarai mereka pun memenuhi halaman markas polisi. Rencananya para pengemudi ini akan menuntut balik ke perusahaan jika mereka tidak mendapat kejelasan mengenai uang cicilan yang sudah mereka setorkan.
(/nrl)











































