Peneliti Buah Merah Dianugerahi Upakarti
Kamis, 21 Des 2006 10:33 WIB
Jakarta - Presiden SBY menganugerahkan penghargaan Upakarti dan penghargaan rintisan pengembangan teknologi industri kepada 15 orang yang dinilai berjasa dalam pengembangan industri kecil dan menengah dan pengembangan teknologi industri yang bermanfaat.Penghargaan diserahkan SBY di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2006).Penghargaan Upakarti dibagi dalam 5 kategori. Upakarti Jasa Pengabdian diberikan kepada I Made Budi dari Jayapura, Papua, atas jasanya melakukan penelitian dan pengolahan sari buah merah; H Muhammad Ruslan dari Pasuruan, Jawa Timur, untuk pengembangan bahan bangunan konstruksi dan mesin pembuat kompos; Hj Roh Prihati dari Semarang, Jawa Tengah, untuk pengembangan industri kecil menengah pengolahan kain perca.Upakarti Jasa Pelestarian diberikan kepada Zaenal Arifin dari Palembang atas jasanya melestarikan dan mengembangkan motif kain songket Palembang; Jumain dari Batam untuk pengembangan karya budaya permainan gangsing; Hj Wirda Hanim dari Padang untuk penemuan pewarnaan alami dari kulit buah jengkol dalam proses pembatikan di Ranah Minang.Upakarti Jasa Kepeloporan diserahkan kepada Chris J Phillips, CEO Vico dari Kutai Kartanegara atas kepeloporannya dalam pengembangan produk virgin coconut oil di Kaltim; Nyoman Bagusana dari CV Bunga Harimau Ngakan dari Giayar Bali yang mempelopori kerajinan kayu hingga memasuki pasar ekspor; Susilawati dari Koperasi Wanita Surya Bestari dari Kabupaten Sergei, Sumut, yang mengembangkan industri kecil bordir dan rengginang.Upakarti Jasa Kepedulian diberikan pada Bupati Pasuruan H Jusbakir Aldjufri yang dinilai berhasil mengembangkan Industri Kecil Menengah (IKM) kerajinan bordir perak dan kayu di daerah Bangil; Bupati Gianyar Anak Agung Gede Agung Bharata yang mengembangkan produk kerajinan serta penyediaan sarana ruang pameran dan penciptaan iklim usaha yang kondusif; Walikota Pare Pare Sulsel H Muhammad Zain Katoe untuk pengembangan pemasaran UKM dari domestik menjadi ekspor.Upakarti IKM Modern diberikan kepada Eddy Antoro dari PT Mannasatria Kusumajaya Perkasa dari Kota Batu Malang Jawa Timur untuk pengolahan sari buah-buahan dengan teknologi modern dan ramah lingkungan; Alwantriati Tindrarizimi dari Tria Busana Palembang yang menggunakan teknologi untuk memperbaiki mutu dan lay out motif kain songket; dan Hj Nurhasanah Subianto dari UD Mawar Sari Samarinda pengolahan makanan ringan dengan proses yang higienis.Penghargaan Upakarti pertama kali diberikan pada tahun 1985. Tetapi terhenti sejak tahun 1998.
(aan/nrl)











































