Irak 2006 Paling Mematikan Bagi Wartawan
Kamis, 21 Des 2006 01:09 WIB
New York - Lebih banyak wartawan terbunuh saat meliput konflik di Irak tahun 2006 ini. Total 32 wartawan terbunuh sepanjang tahun ini di Irak."Kematian wartawan di Irak pada tahun ini menggambarkan hancurnya sama sekali status tradisional wartawan sebagai pengamat netral dalam perang," ungkap Direktur Eksekutif Komite Perlindungan Wartawan Joel Simon seperti dilansir kantor berita AFP, di New York, Kamis (21/12/2006).Di seluruh dunia, total 55 wartawan terbunuh baik dalam status bekerja atau karena pekerjaannya. Hal ini meningkat tajam dibanding tahun lalu yang hanya mencapai 47 orang. Belum lagi 27 wartawan lain yang masih diteliti apakah meninggalnya terkait dengan pekerjaannya.Simon melihat adanya kecenderungan para milisi bersenjata menjadikan wartawan sebagai target pembunuhan. Kondisi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana wartawan terbunuh ketika pecah pertempuran."Ketika konflik dimulai tiga setengah tahun lalu, wartawan tewas dalam insiden pertempuran. Sekarang, milisi bersenjata secara rutin menjadikan wartawan sebagai target karena dipercaya berafiliasi secara politik, sektarian atau barat," ujar Simon.Total sudah 92 wartawan tewas di Irak sejak invasi AS pada Maret 2003. Belum lagi 37 pembantu wartawan seperti penerjemah, sopir, staf kantor dan lain-lain juga ikut terbunuh.Setelah Irak, Afghanistan dan Philippina merupakan tempat berbahaya berikutnya bagi wartawan. 3 Wartawan terbunuh di masing-masing negara itu pada 2006.Rusia, Meksiko, Pakistan dan Kolombia yang secara tradisional dipandang berbahaya, masing-masingnya mencatat dua kematian wartawan pada 2006.
(aba/aba)











































