Persiapan Wukuf Telah Digelar
Rabu, 20 Des 2006 23:40 WIB
Jakarta - Berdasarkan kalender Ummur Qura, hari wukuf di Padang Arafah diperkirakan jatuh pada 30 Desember 2006. Terkait hal itu, sejumlah persiapan untuk kegiatan ibadah tersebut sudah digelar.Pantauan detikcom, sejumlah pekerja terlihat sedang melakukan berbagai pekerjaan di kapling yang akan menjadi kantor petugas haji Indonesia dan area perkemahan jamaah haji Indonesia, di Makkah, Rabu (20/12/2006).Para pekerja memasang pagar pembatas yang terbuat dari seng di sekitar kapling tersebut. Terlihat seperangkat tenda, kasur dan AC masih bertumpuk di sekitar kapling tersebut.Sedangkan di kapling perkemahan untuk jamaah, sejumlah rangka perkemahan telah terpasang. Namun tenda belum menyelimuti rangkanya. Terlihat beberapa pekerja membersihkan area kapling perkemahan tersebut.Sementara di Muzdalifah, yang berjarak 7 km dari Arafah, sejumlah tenda berukuran 5x3 meter telah tegak berdiri. Perkemahan untuk jamaah Indonesia di Muzdalifah berada di kawasan perkemahan Asia Tenggara. Kapling perkemahan jamaah Indonesia berdampingan dengan perkemahan jamaah Malaysia. Sedangkan di Mina yang berjarak 4,5 km dari Muzdalifah, persiapan juga sedang berlangsung. Sejumlah tenda perkemahan telah berdiri. Sementara Jamarat tampak dalam proses pembersihan, terutama lantai dasar Jamarat. Ketiga tugu yaitu Aqabah, Wustho, dan Ula, baik di lantai dasar dan lantai Janarat juga telah berdiri tegak. Demikian pula tugu pembatas yang ada di lantai 1 Jamarat. Penomoran pintu gerbang di lantai bawah jamarat juga telah selesai.Sepenuhnya Disiapkan Arab SaudiPersiapan, pengaturan dan penempatan jamaah haji ini sepenuhnya dilakukan pemerintah Arab Saudi."Ini sesuai dengan prosedur tetap yang dibuat oleh kementerian haji Arab Saudi," kata Kepala Staf Teknis Urusan Haji Nur Samad Kamba di Makkah, Rabu (20/12/2006). Menurut Nur Samad, selama di Arafah, jamaah haji Indonesia akan menempati kemah yang disediakan pemerintah Arab Saudi. Jumlah perkemahan di Arafah sesuai dengan maktab pemondokan yang ditempati sebelumnya yaitu 75 maktab.Jumlah jamaah yang menghuni maktab, kata Nur Samad, juga sesuai dengan tipe maktab yang ditetapkan pemerintah sebelumnya. Lima tipe maktab yang ditetapkan pemerintah Indonesia untuk pemondokan juga berlaku untuk perkemahan jamaah di Arafah. Yaitu tipe maktab A-E.Maktab tipe A mampu menampung jamaah sebanyak 2.535. Maktab tipe B menampung 2.540 jamaah, tipe C sebanyak 2.525 jamaah, tipe D sebanyak 2.565 jamaah, dan tipe E menampung sebanyak 2.403 jamaah.
(aba/aba)











































