Pasir Merapi Mulai Penuhi Dam
Rabu, 20 Des 2006 18:07 WIB
Yogyakarta - Hujan deras yang mengguyur wilayah puncak Merapi selama beberapa minggu terakhir ini mengakibatkan ribuan meter kubik pasir mulai memenuhi sungai. Beberapa dam yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum (PU) mulai dipenuhi material, namun belum memenuhi semua dam yang ada.Berdasarkan pantauan detikcom, Rabu (20/12/2006) dam-dam yang sudah mulai dipenuhi pasir antara lain dam di Kali Gendol Kecamatan Cangkringan, dam Kali Boyong Pakem Sleman. Sedang di Kali Woro di wilayah Kecamatan Kemalang Klaten antara lain dam Karangbutan yang ada di perbatasan Desa Sidorejo dengan Balerante.Dari sekitar 7 buah dam yang dibangun di sepanjang aliran Kali Gendol, yang sudah dipenuhi material di dam 7 (DGE 7) dan dan 6 (DGE 6) yang berada di kawasan Bebeng Desa Kepuharjo Cangkringan. Sedangkan DGE 5 yang ada di bawahnya baru sebagian dan belum sampai memenuhi hingga bagian atas dam. Namun bila ada aliran lahar saat terjadi hujan deras, air bercampur lumpur sudah sampai hingga dam 4 atau DGE 4. Aliran air bersama material sudah mencapai jarak sekitar 8,5 km dari puncak.Sementara itu di Kali Woro, aliran lahar sudah mencapai jarak 7,5 km dari puncak atau sudah mencapai dam Karangbutan. Namun sebagian warga terutama penambang pasir tradisional merasa cemas dan khawatir bila sewaktu-waktu dam tersebut jebol. Pasalnya lubang pembuangan air bagian atas sempat tertutup material. Akibatnya aliran tidak lancar dan bisa merusak bangunan dam."Kami selalu siaga bila sewaktu-waktu puncak diguyur hujan deras lagi seperti Selasa kemarin. Jangan sampai ada warga yang masih beraktivitas di sungai," kata salah seoran relawan SKSD Agus Prawoto kepada detikcom di Dusun Jambu Kepuharjo Kecamatan Cangkringan, Rabu (20/12/2006).Dia bersama warga selalu mengingatkan para penambang pasir dan sopir truk pasir untuk segera naik dari sungai bila sudah turun hujan. Sebab bila nekat truk pasir bisa langsung terbenam akibat terkena derasnya aliran lahar. "Seperti hari kemarin hampir ada satu truk yang nyaris tertimbun akibat masih nekat mengambil pasir," katanya.Dia mengatakan tanda-tanda akan adanya banjir lahar dapat dilihat bila puncak sudah diguyur hujan deras. Dalam waktu kurang lebih satu jam pasti terjadi aliran air yang cukup besar. Biasanya disertai kepulan asap hitam pekat bercampur bau belerang menyengat dan membuat wilayah sekitar Kaliadem, Jambu dan Kalitengah Lor menjadi gelap gulita. Kepulan asap yang terjadi akibat timbunan material Merapi di puncak atau di hulu sungai Gendol dan Woro yang masih panas di atas 300 derajat celcius terkena air. "Bila sudah seperti kita harus waspada. Aliran air bersama pasir dan batu dengan suara gemuruh pasti akan mengalir deras dan kadang-kadang juga sering muncul awan panas. Itu yang harus kita waspadai," katanya.
(bgs/nrl)











































