Polisi dan Tahanan Bentrok di Rutan Waiheru Ambon

Polisi dan Tahanan Bentrok di Rutan Waiheru Ambon

- detikNews
Rabu, 20 Des 2006 07:45 WIB
Ambon - Hujan batu menyambut kedatangan 3 polisi yang menjadi terdakwa penganiayaan warga sipil yang akan dititipkan ke Rumah Tahanan Waiheru, Ambon. Bentrokan pun tak terhindarkan ketika sejumlah rekan-rekan polisi berdatangan. Sekitar pukul 19.30 Wita, Selasa (19/12/2006) Kasatserse Polda Maluku AKP Erwin yang ditemani Wakil Komandan Detasemen 88 Polda Maluku AKP Jefri Juniarta tiba di Rutan Waiheru di Jl Philip Latumahina, Waiheru, 20 km dari Kota Ambon.. Mereka bermaksud mengantarkan 3 terdakwa anggota polisi yang terlibat kasus penganiayaan warga sipil. Ketiganya adalah Rades Ralahalu, Albert Wattimena dan Putuhuhu dari Polda maluku yang akan dititipkan di Rutan tersebut.Namun sambutan tidak bersahabat diberikan para tahanan lama. Mereka melempari polisi tersebut dengan batu. Akibatnya Jefri mengalami luka di kepalanya terkena lemparan.Karena tersudut, Erwin yang membawa HP meminta bantuan rekan-rekannya. Puluhan polisi dari Polda Maluku pun berdatangan. Mereka segera masuk dan mengeluarkan tembakan ke arah tahanan.Beberapa tahanan mengalami luka, yang paling parah dialami terpidana teroris Abdullah Umamit. Dia harus dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Maluku karena di bagian kepala dan badan.Sejumlah napi yang panik dan ketakutan berlari ke arah gereja dan mesjid yang berada di dalam kompleks Rutan. Bentrokan mereda setelah sejumlah personel TNI AD dari Batalyon 733 mengamankan lokasi. Kabidhumas Polda Maluku AKBP Tommi Napitupulu membenarkan bentrokan tersebut. Namun dia menolak jika polisi yang dituding memulai bentrokan. " Kasus ini masih diselidiki untuk mencari kebenaran insiden itu. Kondisi Rutan sudah kondusif," tandasnya ketika dikonfirmasi detikcom Rabu (20/12/2006). (bal/bal)


Berita Terkait