Tanpa Nomor Urut, Muncul Ikatan Kuat Pemilih dengan Caleg
Rabu, 20 Des 2006 01:43 WIB
Jakarta - Meski ditentang banyak partai politik, usulan Presiden SBY agar calon anggota legislatif yang menang dalam pemilu tidak didasarkan pada nomor urut dinilai tepat. Akan terbentuk ikatan kuat antara pemilih dengan yang dipilih."Itu hal yang positif. Jadi masing-masing calon akan berusaha untuk dapat suara terbanyak. Dan ada ikatan kuat antara yang dipilih dengan pemilih," kata pengamat politik yang juga Direktur Program dan Penelitian The Habibie Center Dewi Fortuna Anwar kepada detikcom.Hal itu disampaikan dia sela-sela acara dialog bertajuk 'Dialog A21: Membangun Akuntabilitas Pelayanan Publik di Indonesia' di Grand Kemang, Jalan Kemang Raya, Jakarta, Selasa (19/12/2006).Selain itu, lanjut Dewi, tanpa nomor urut KKN dan politik uang di dalam yang selama ini menjadi cara untuk mendapatkan nomor jadi akan berkurang. "Selama ini calon legislatif dengan nomor urut jadi dipilih karena dekat dengan pengurus partai," cetusnya.Bila sistem proporsional terbuka jadi diterapkan, Dewi menganjurkan rakyat Indonesia harus berani untuk mendorong sistem Pemilu sistem distrik dimana satu daerah hanya diwakili satu orang."Jadi partai tidak memasukkan banyak wakil. Daerah pemilihan juga jadi lebih kecil, masyarakat di tiap distrik mengenal betul siapa wakilnya dan tahu harus mengadu kemana kalau ada masalah," Meski begitu, diakui wanita berkacamata ini masih banyak yang alergi dengan sistem distrik apalagi sistem distrik murni. "Yang menang hanya mayoritas dan minoritas tidak diperhatikan. Kalau di daerah dengan penduduk homogen sistem ini tidak apa-apa," papar Dewi.Untuk itu dia mengusulkan agar tidak terjadi permasalahan, sistem distrik bisa dikombinasikan dengan sistem proporsional. "Tetap dipilih dengan cara distrik tapi disisakan beberapa kursi untuk sistem proporsional bagi kelompok minoritas agar dapat terwakili," pungkas Dewi.
(bal/bal)











































