Libya Tolak Batalkan Vonis Mati 6 Tenaga Medis Asing
Rabu, 20 Des 2006 04:29 WIB
Tripoli - Pemerintah Libya menyatakan tidak akan tunduk pada tekanan negara-negara Barat yang meminta pembatalan hukuman mati terhadap 5 perawat Bulgaria dan seorang dokter Palestina.Keenam tenaga medis ini divonis oleh pengadilan Tripoli karena menyebabkan terinfeksinya 426 anak di rumah sakit Benghazi pada tahun 1999 lalu.Vonis tersebut mengundang kecaman dunia internasional yang prihatin karena bukti-bukti yang dikemukanan dalam persidangan tidak mengacu pada hasil penelitian ilmiah."Libya tidak akan tunduk pada tekanan berbagai pihak, Amerika, Eropa atau siapa saja. Semuanya kami serahkan kepada mahkamah agung," tegas Menteri Luar Negeri Libya Abdurrahman Shalgham seperti dilansir AFP, Rabu (20/12/2006)."Tak ada satupun negara yang boleh mencampuri pengadilan kami, bahkan pemimpin kami Kolonel Kadafi," imbuh Abdurrahman.Nasib keenam tenaga medis itu akan ditentukan oleh Mahkamah Agung Libya dalam waktu 60 hari lagi. Jika keputusan MA Libya sama dengan pengadilan Tripoli maka keenamnya dipastikan akan dieksekusi mati.
(bal/bal)











































