Frustasi Lumpur, Warga Desa Ketapang Hadang Truk Sirtu

Frustasi Lumpur, Warga Desa Ketapang Hadang Truk Sirtu

- detikNews
Selasa, 19 Des 2006 18:33 WIB
Sidoarjo - Lumpur di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, yang tak berkesudahan membuat frustasi. Warga Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin, pun menghadang 2 truk pengangkut pasir dan batu (sirtu)."Sudah, pergi saja!" usir puluhan warga yang terlihat emosi. Sedianya sirtu tersebut akan digunakan untuk pembangunan tanggul guna membendung luapan lumpur agar tidak menenggelamkan rel kereta api dan jalan raya Porong.Ketegangan itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, Selasa (19/12/2006). Warga marah karena sudah frustasi akibat luapan lumpur yang tidak berhasil ditangani timnas, sehingga lumpur sudah menenggelamkan Desa Ketapang dan Kedungbendo baru-baru ini."Lebih baik kampung ini tenggelam, sudah tidak perlu tanggul-tanggulan," ketus Sudirman, warga RT 1 Desa Ketapang, yang langsung disahut teriakan setuju oleh sesama warga."SBY kalau bisa turun langsung ke sini, lihat betapa menderita kami yang tidak jelas masa depannya, jangan cuma terima laporan," ujar Agus, warga lainnya.Rasa frustasi warga juga dipicu belum adanya kepastian mengenai ganti rugi dari Lapindo Brantas Inc. Sebab perusahaan milik Grup Bakrie itu bersikukuh hanya mau membeli lahan warga yang kena lumpur sesuai dengan peta yang diteken timnas pada 4 Desember 2006. Sementara Desa Ketapang maupun sebagian Kedungbendo dan Perumnas tidak termasuk dalam peta itu.Wakil Bupati Sidoarjo, Saiful Illah, pun mengajak warga berunding di Balai Desa Ketapang. Warga diminta pengertiannya agar truk sirtu boleh masuk untuk membangun tanggul."Jika tidak, lumpur akan melumpuhkan Porong karena rel kereta api dan jalan raya tenggelam. Ini urat nadi perekonomian Jawa Timur. Jalan tol kan sudah ditutup," bujuk Saiful.Namun perundingan berjalan alot. Hingga pukul 18.15 WIB belum ada kata sepakat. (sss/nrl)


Berita Terkait