Sopir PPD Usung Keranda Mayat 'Gaji bin Tertunda'
Selasa, 19 Des 2006 14:04 WIB
Jakarta - Dua keranda mayat berselimut kain putih diusung saat 100 karyawan Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD) melakukan aksi unjuk rasa. Karyawan menuntut pembayaran gaji yang tertunda 5 bulan.Keranda mayat bertuliskan "Meninggal secara mendadak Gaji bin Tertunda", Anak putus sekolah", dan Uang ketupat disunat" ini diusung 8 karyawan.Aksi kesekian kalinya ini digelar di Pool PPD, Jalan Jenderal Sutoyo I, Cililitan, Jakarta Timur, Selasa (19/12/2006). Selain 'dihiasi' keranda mayat, aksi diisi orasi-orasi dan poster-poster bertuliskan "Bubarkan direksi PPD yang menjual aset-aset PPD", dan "Bayarkan gaji karyawan.""PPD harus dipertahankan, kami meminta agar pemerintah membubarkan direksi yang ada saat ini karena strategi mereka melakukan divestasi aset-aset PPD," kata Sekretaris Pengurus Komisariat Federasi Transportasi dan Angkutan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Perum PPD Robinson Hasibuan.Karyawan PPD menuntut agar pemerintah membayarkan gaji yang tertunda 5 bulan plus tunjangan kesehatan dan tunjangan hari raya.Dalam aksi itu, karyawan juga mempertanyakan sikap Menneg BUMN Sugiharto yang tidak konsisten bahkan mem-back up dan memelihara direksi PPD yang secara terang-terangan melakukan divestasi aset PPD."Dalam 2 hari lagi, kami akan ke Kapolri. Sebelumnya kami telah mengadu ke Kejagung dan KPK. Tetapi jika tidak diperhatikan maka kami akan melakukan mogok," ujarnya.Akibat diguyur hujan deras, sksi yang berlangsung sejak pukul 11.00 WIB ini akhirnya membubarkan diri.
(aan/nrl)











































