Pernah Tiduri Korban, Tersangka 'Jack The Ripper' Ditangkap
Selasa, 19 Des 2006 12:40 WIB
London - Kepolisian Inggris menangkap seorang pria yang dicurigai membunuh lima pelacur di dekat Ipswich. Tersangka tersebut berusia 37 tahun bernama Tom Stephens.Pekerja supermarket itu ditangkap polisi di rumahnya di Trimley. Demikian dilaporkan BBC seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Selasa (19/12/2006).Sebelumnya dalam wawancara dengan The Sunday Mirror, Stephens mengaku pernah berhubungan seks dengan dua dari lima korban tewas tersebut, yakni Tania Nicol dan Gemma Adams.Bahkan menurut pengakuan pria itu, dirinya cukup dekat dan merupakan "pelindung" Nicol (19) dan Adams (25). "Mereka gadis-gadis paling cantik yang melakukan ini (bekerja sebagai pelacur) di Ipswich," ujarnya.Stephens menggambarkan dirinya sebagai pria "murung dan kesepian" sejak perceraiannya pada tahun lalu.Kepada media Inggris itu, Stephens mengatakan bahwa polisi telah mewawancarainya empat kali pekan lalu. Meski mengaku tidak punya alibi, namun Stephens membantah semua keterlibatannya dalam pembunuhan berantai yang mengguncang Inggris itu.Gemma Adams, Tania Nicol, Anneli Alderton, Paula Clennell dan Annette Nicholls, kelimanya pekerja seks ditemukan tewas dalam keadaan tanpa busana. Kepolisian Inggris melakukan operasi pengejaran besar-besaran yang melibatkan lebih dari 300 personel polisi.Kasus mirip "Jack The Ripper" yang pernah menghebohkan Inggris ini mendapat perhatian besar dari publik negeri itu. Tercatat sekitar 9 ribu telepon dari publik yang masuk ke kepolisian sehubungan dengan pembunuhan ini.Inggris memang punya sejarah buruk mengenai pembunuh yang mengincar para pekerja seks. Yang paling terkenal adalah kasus "Jack The Ripper" yang membunuh lima pelacur pada tahun 1888 di wilayah timur London. Kasus kedua terjadi pada kurun waktu 1975-1980. Peter Sutcliffe membunuh 13 wanita yang kebanyakan pelacur di wilayah utara London.
(ita/nrl)











































