Buruh Yogya Tuntut Kenaikan UMP

Buruh Yogya Tuntut Kenaikan UMP

- detikNews
Selasa, 19 Des 2006 10:37 WIB
Yogyakarta - 500-an Buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) menggelar aksi menolak upah minimum provinsi (UMP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2007. Buruh menuntut UMP dinaikkan dari Rp 550 ribu menjadi Rp 650 ribu.Sebelum berjalan kaki menuju Gedung Kepatihan untuk menemui Gubernur DIY pada pukul 10.00 WIB, massa buruh terlebih dulu berkumpul di Tugu Yogya, Jalan Sudirman, Yogyakarta, Selasa (19/12/200), pukul 09.30 WIB.Seluruh peserta aksi mengenakan ikat kepala putih bertuliskan 'ABY'. Sebagian di antaranya membawa poster-poster yang bertuliskan antara lain 'Bubarkan dewan pengupahan', 'Buruh bukan sapi perahan' dan 'Naikkan Upah Buruh'.Sekjen ABY Fikan Solin dalam orasinya menuntut Gubernur DIY untuk merealisasikan UMP Rp 650 ribu per bulan. Alasannya UMP sebesar Rp 550 ribu tidak cukup untuk menghidupi anak-isteri.Selain itu buruh menuntut dipangkasnya biaya siluman yang selama ini memberatkan perusahaan. "Sehingga akibatnya upah buruh yang dipotong," cetus Fikan dalam orasinya.Buruh juga menanyakan kinerja dewan pengupahan yang dulu sempat berjanji memperjuangkan kenaikan gaji buruh. "Namun kenyataannya tidak dilakukan," ujar Fikan.Aksi ini diikuti oleh buruh pabrik tekstil, buruh perhotelan, buruh industri logam dan elektronik serta buruh industri rokok, tembakau, makanan dan minuman. Pada akhir November 2006, Pemerintah Provinsi DIY mengeluarkan Perda yang menaikkan UMP untuk 2007 menjadi Rp 550.000. Sebelumnya UMP 2006 adalah Rp 480.000. Kenaikan ini menurut buruh tidak memadai dan menuntut angka yang lebih besar. Untuk itu, diadakan beberapa kali pertemuan dengan Sekda Pemprov DIY. Namun pertemuan-pertemuan itu gagal menaikkan UMP 2007. (aba/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads