Khawatir Bikin Konsumtif, Ganti Rugi Lapindo Disesalkan

Khawatir Bikin Konsumtif, Ganti Rugi Lapindo Disesalkan

- detikNews
Selasa, 19 Des 2006 00:30 WIB
Surabaya - Pilihan warga terhadap jual beli daripada resettlement (relokasi permanen) yang ditawarkan Lapindo Brantas Inc disesalkan kalangan DPRD Jawa Timur. Hal ini ditakutkan membuat warga berpikir konsumtif."Ganti untung tidak menguntungkan warga karena berpotensi membuat warga konsumtif dan hanya mementingkan jangka pendek saja," tegas Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Rofi' Munawar saat dihubungi detikcom, Senin (18/12/2006).Penilaian politisi PKS ini dilandasi bahwa jika nanti warga membeli rumah yang baru setelah menerima uang dari Lapindo maka masih dihadapkan pada persoalan sosial yang tak kalah rumitnya."Di tempat yang baru itu warga masih harus beradaptasi. Demikian pula anak-anak yang putus sekolah juga begitu," terang Rofi'.Lebih lanjut menurut Rofi, jika warga memilih opsi resettlement Lapindo dengan hunian Sidoarjo Baru seperti yang dijanjikan maka warga masih bisa bersama dengan tetangganya seperti di kampung sebelumnya. "Di lokasi yang baru itu warga tetap bersama, begitu pula anak-anak juga satu di sekolah barunya," tutur Rofi'.Hanya saja, Rofi' mengingatkan pemerintah maupun Lapindo Brantas untuk tetap mengkalkulasi hunian baru melalui opsi resettlement itu harus senilai rumah dan persawahan yang ditinggalkan sebelumnya."Jangan sampai kondisi atau luas rumah di hunian baru yang ditawarkan Lapindo berlaku sama rata. Itu tidak adil. Tetapi harus berbeda, disesuaikan dengan rumah warga sebelumnya," urai Rofi' Dia juga mengingatkan agar nantinya resettlement tidak menimbulkan masalah baru. Namun karena sebagian besar warga korban lumpur dari empat desa sudah memilih jual beli maka yang harus dilakukan pemerintah, adalah ikut membantu warga mencarikan rumah dengan kondisi lingkungan sosial yang bagus. "Kita sebagai wakil rakyat tetap akan mengawasi hal itu," tegas mantan Ketua DPW PKS Jawa Timur ini.Seperti diketahui pada pertemuan antara Lapindo, warga dan pemerintah di Pendopo Kab Sidoarjo 4 Desember lalu, warga memilih proses jual beli lahan yang terkena lumpur. Disepakati harga lahan dan bangunannya Rp 2,5 juta/m2 dan untuk persawahan Rp 120 ribu/m2.Pihak Lapindo juga menawarkan konsep resettlement dengan hunian Sidoarjo Baru yang akan dibangun mulai Maret mendatang. 3000 unit rumah akan dibangun untuk warga yang memilih resettlement. Selain itu rumah yang dibangun dengan fasilitas cukup mewah dan lengkap itu juga terbuka untuk umum yang ingin membelinya. (gik/ndr)


Berita Terkait