DPRD DKI Akan Berikan Jaminan Bagi Pembangunan Monorel
Senin, 18 Des 2006 23:34 WIB
Jakarta - Setelah sempat tertunda, akhirnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta akan mengeluarkan surat persetujuan pemberian jaminan penumpang bagi pembangunan monorel pada akhir tahun ini. Namun pemberian yang diberikan sebelum tahun 2007 itu harus berdasarkan syarat bahwa pemerintah pusat juga telah memberikan jaminannya. "Yang jelas 22,5 juta dolar itu kan dibagi dua antara Pemprov DKI dan pemerintah pusat masing-masing rata-rata 11 juta dolar bila jumlah penumpang kurang dari 160.000 orang selama masa pembayaran hutang pada Dubai Islamic Bank," kata Wakil Ketua DPRD Achmad Heryawan di Gedung DPRD Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat Senin (18/12/2006).Achmad menyatakan, pada masa yang akan datang setelah proses pengembalian pinjaman pada Dubai Islamic Bank telah selesai harus dibahas lebih lanjut apakah jaminan yang selama ini telah diberikan oleh pemerintah tersebut akan dikembalikan pada pemerintah oleh Jakarta Monorel sebagai pengembalian modal atau dianggap sebagai penyertaan modal pemerintah. Demikian pula, sambung politisi PKS ini, bila nanti telah beroperasi, maka perhitungan penumpang harus ada yang mengawasi secara khusus, jangan sampai di lapangan jumlah penumpang mencukupi target namun ternyata dilaporkan mengalami shortfall. Sementara itu Ketua DPRD DKI Jakarta Ade Surapriatna menyatakan bila telah ada aturan hukum yang jelas dan dibutuhkan masyarakat, DPRD DKI akan segera memberikan izin penggunaan APBD bagi jaminan tersebut."Penjaminan jumlah penumpang itu kan baru dilakukan setelah beroperasinya monorel, dan hanya berlaku selama lima tahun. Dalam pansus yang telah dibentuk akan dibicarakan pemberian izin dan juga menelaah perjanjian kerjasama antara Pemprov DKI dengan PT Jakarta Monorail, jangan sampai merugikan masyarakat," ujarnya. Sebelumnya, PT Jakarta Monorail dari pihak Dubai Islamic Bank sebagai calon investor untuk proyek Jakarta Monorel, meminta kepada pemerintah DKI Jakarta, untuk memberikan jamian risiko proyek bernilai 500 juta dolar AS. Jaminan yang dimintakan oleh Jakarta Monorel (JM) dan Dubai Islamic Bank adalah berbentuk jaminan penumpang.Dalam perhitungan JM rata-rata terendah jumlah penumpang mencapai 160.000 orang perhari. Jumlah itu dalah angka yang dapat mereka biayai untuk pembayaran pinjaman. Andaikata jumlah penumpang turun atau kurang dari jumlah itu, maka disebut `shortfall. JM meminta jaminan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sebesar 22,5 juta dolar AS pertahun selama lima tahun bila terjadi "shortfall". Proyek monorel terdiri atas dua jalur yang disebut "blue line" dari Kampung Melayu, Jakarta Timur, sampai Roxy, Jakarta Barat, sepanjang 13,5 kilometer dengan 11 stasiun pemberhentian, dan jalur "green line" yang melingkar dari Jalan Rasuna Said-Gatot Subroto-Sudirman Central Business District-Senayan-Pejompongan, kembali ke Rasuna Said (14,3 km) dengan 14 stasiun.
(nik/ndr)











































