Bupati Madina Kecoh Wartawan dengan Bodyguard di Polda Sumut
Senin, 18 Des 2006 19:24 WIB
Medan - Bupati Mandailing Natal (Madina) Sumut, Amru Daulay, diperiksa sebagai saksi kasus perambahan hutan di kabupatennya. Saat meninggalkan tempat pemeriksaan di Polda Sumut, Amru mengecoh wartawan dengan aksi puluhan bodyguard.Para bodyguard bertubuh kekar itu berkumpul tak jauh dari ruang Direktorat Reserse Kriminal (Direskrim) Polda Sumut tak lama setelah Amru tiba di Markas Polda Sumut, Jalan Medan-Tanjung Morawa, Medan, Senin (18/12/2006) sekitar pukul 10.00 WIB.Nah, sekitar pukul 17.00 WIB, pemeriksaan selesai dan wartawan sudah berkumpul di pintu keluar ruang Direskrim. Ketika salah seseorang yang semula disangka Amru keluar dari ruangan, wartawan bermaksud mewawancarainya.Namun para bodyguard langsung menjadi pagar betis untuk melindungi yang bersangkutan hingga masuk ke mobil dan melaju pergi. Para kameramen televisi dihalang-halangi saat akan mengambil gambar.Karuan saja tindakan itu membuat wartawan kesal. Salah seorang bodyguard yang diketahui bernama Andi, langsung dikejar dan nyaris dihajar wartawan. Andi yang wajahnya langsung pucat pasi setelah dikerubuti wartawan, berusaha kabur dan masuk ke sebuah mobil, namun dipaksa untuk keluar. Setelah meminta maaf, barulah Andi dibiarkan pergi dengan wajah yang berkeringat.Sementara Amru berhasil ngacir menghindari wartawan dari pintu belakang. Hanya dua kuasa hukumnya yang memberikan keterangan tentang proses pemeriksaan, yakni Asmed Triharsa dan Syafruddin Hasibuan.
(rul/sss)











































