Peristiwa Ultimus Dikecam Aliansi Bandung
Senin, 18 Des 2006 18:49 WIB
Jakarta - Aliansi Bandung untuk Kebebasan Berpikir, Berpendapat dan Berkumpul (ABK3B) mengecam keras pembubaran dan penangkapan panitia dan peserta diskusi bertajuk marxisme di Toko Buku Ultimus Bandung yang dilakukan ormas dan kepolisian."Pembubaran dan penangkapan yang dilakukan oleh Ormas adalah tindakan sepihak yang tidak dibenarkan oleh KUHAP. Tindakan ini merupakan tindakan penyebaran kebencian dan keresahan di tengah masyarakat, di mana sebuah diskusi ilmiah diintimidasi tanpa alasan jelas," ujar Jubir ABK3B Saiful Haq di kantor LBH Bandung, Jalan Pagaden, Antapani, Bandung, Senin (18/12/2006). Yang lebih memprihatinkan lagi, lanjut dia, hal itu malah difasilitasi oleh pihak kepolisian dengan menahan 11 orang yang dituduh sebagai pelaksana diskusi selama 1 x 24 jam dan menyegel toko buku Ultimus, tempat diskusi. "Sementara ormas yang melakukan pembubaran diskusi dan penangkapan yang merupakan tindakan premanisme, hanya dimintai keterangan dan tidak ditindak. Kami sangat kecewa, di tengah arus reformasi sekarang ini masih saja profesionalisme Polri dipertanyakan," kata Saiful. Untuk itu, kata Saiful, pihaknya mendesak pemerintah untuk segera melakukan reformasi di tubuh kepolisian sehingga mampu meningkatkan profesinalismenya untuk menjaga keamanan masyarakat. "Pemerintah harus bisa menjamin hak konstitusional warga negara dalam berpikir, berpendapat, berkumpul, dan berekspresi. Aparat kepolisian seharusnya menjadi garda terdepan dalam penegakan hukum dan hak warga negaranya, bukan malah mengeliminasi hak-haknya itu dengan memfasilitasi kelompok-kelompok yang melakukan tindakan inkonstitusional," tegasnya. Sementara itu tim kuasa hukum dari LBH Bandung Arif Yogiawan mengatakan saat ini pihaknya masih belum memperoleh kejelasan mengenai pemasangan policeline di toko buku ultimus. "Saya harap segera dibuka, karena menimbulkan kerugian materil bagi toko itu. Saya juga masih belum tahu alasan kenapa dipasang policeline, karena tampaknya disegel pun tidak," ujar dia.
(ern/asy)











































