Jangan Pandang Poligami dengan Kacamata Barat

Jangan Pandang Poligami dengan Kacamata Barat

- detikNews
Senin, 18 Des 2006 18:25 WIB
Jakarta - Pemerintah dan masyarakat diminta tidak menggunakan kacamata barat dalam memandang poligami. Mereka yang menolak poligami dinilai sebagai korban pemikiran barat yang sekuler.Demikian pendapat Ketua Lajnah Tsaqafiyah Hizbut Tahrir Indonesia Shiddiq Al Jawi dalam diskusi bertajuk 'Poligami Ditentang, Poligami Dibutuhkan' di Aula Buya Hamka Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran, Baru, Jakarta Selatan, Senin (18/12/2006)."Poligami sesuatu yang mubah. Pemerintah harus insyaf, karena itu bukan sesuatu yang haram. Jangan pakai kacamata barat. Orang yang anti poligami itu korban pengaruh barat," ujar Shiddiq.Shiddiq yang juga dosen di STAIN Yogyakarta ini mengaku tidak mengambil pusing dengan keberadaan undang-undang perkawinan. Keberadaan undang-undang tersebut, menurut Shiddiq, cenderung mensubordinatkan hukum Islam."Saya tidak memusingkan undang-undang, karena saya tidak mematuhi undang-undang. Pembuatan hukum positif di Indonesia lebih cenderung mensubordinatkan hukum Islam," beber dia.Diskusi ini sedianya akan dihadiri sejumlah tokoh pro poligami seperti Puspo Wardoyo, Rhoma Irama, AM Fatwa, Hamzah Haz, dan Dr Gina. Namun sayangnya mereka urung hadir.Suasana diskusi pun diwarnai pertanyaan-pertanyaan pro poligami dari perempuan-perempuan yang umumnya kader Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). (fjr/asy)


Berita Terkait