Anwar Ibrahim: Kebijakan TKI Malaysia Angkuh & Tidak Islami
Senin, 18 Des 2006 17:38 WIB
Jakarta -
Kritik terhadap kebijakan Malaysia mengenai tenaga kerja Indonesia (TKI) muncul dari mantan Wakil Perdana Menteri (PM) Malaysia Dato Sri Anwar Ibrahim. Kebijakan Malaysia dinilai tidak adil dan tidak Islami."Saya tidak setuju dengan undang-undang Malaysia yang mengatur TKI. Tidak adil, tidak Islami, angkuh dan sombong," cetus Anwar dalam sesi tanya jawab Kuliah Umum di Auditorium Universitas Al Azhar Indonesia, Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (18/12/2006).Menurut Anwar, peraturannya dalam beberapa hal sangat keterlaluan. Seperti hukum cambuk bagi TKI yang melanggar izin keimigrasian. "Padahal mereka hanya mencari rezeki di negeri jiran," katanya.Anwar pernah berkirim surat kepada PM Malaysia Abdullah Badawi menanyakan perihal kebijakan tidak wajar tersebut. Pun isterinya, Wan Azizah, pernah juga mengangkat masalah TKI tersebut di parlemen Malaysia."Kalau mereka (TKI) salah, dikirim pulang saja baik-baik. Tidak perlu dizalimi sedemikian rupa," kata Anwar.Kalau pun ia dipandang anti kepentingan nasional Malaysia, Anwar berkilah bahwa ia hanya membela kemanusiaan. "Saya manusia. Saya hanya mempertahankan kemanusiaan," tandasnya yang kemudian disambut tepuk tangan audiens.
(aba/nrl)










































