'Hati-hati Bahaya Narkoba' di Vihara Biksu Ferry
Senin, 18 Des 2006 16:30 WIB
Jakarta - Vihara Buddha Padma Sambhaya Tharpa Ling yang disebut-sebut sebagai vihara pimpinan Ferry Surya Prakasa terkunci dan tergembok rapat. Di dinding vihara terpasang papan aluminium keterangan alamat vihara itu. Di bagian atasnya terdapat tulisan 'Hati-hati Bahaya Narkoba, Narkoba Merusak Generasi Muda Bangsa'. Pemantauan detikcom, Senin (18/12/2006), vihara yang didominasi cat warna merah dan kuning ini tampak sepi. Tidak ada penghuni. Pemandangan ini sama seperti Minggu (17/12/2006) kemarin. Vihara yang berlantai empat dan menempati 3 ruko ini beralamatkan di Jl. Pangeran Jayakarta nomor 66 Blok A nomor 1, 2, dan 3, Jakarta Pusat. Sudah beberapa hari terakhir, sejak kasus kematian penyanyi cantik Alda Risma, vihara ini sepi. Informasi yang didapatkan detikcom, biasanya vihara ini ramai pada hari Kamis malam dan Minggu. Di dua hari itulah, diagendakan persembahyangan di vihara ini. Namun, pada Kamis malam dan Minggu kemarin, vihara ini sepi jamaah. Tidak ada keterangan apa pun yang ditempelkan di dinding vihara ini mengapa kegiatan vihara diliburkan. Yang terpampang di dinding vihara hanyalah tulisan alamat vihara ini di papan aluminium berukuran kecil. Yang cukup mengejutkan, di papan ini tertulis jelas peringatan tentang bahaya narkoba.Tentu ironis, karena ternyata Ferry yang dikenal dengan nama Biksu Serling Tulku Yongdzin Rinpoche ini malah menjadi buron gara-gara kasus kematian Alda Risma. Sebagaimana diberitakan, Alda diyakini tewas karena overdosis narkoba. Ferry yang disebut sebagai pacar Alda menemani Alda di Hotel Grand Menteng pada hari naas itu. Di kamar 432 yang diinapi Ferry dan Alda ditemukan berbagai alat suntik, narkoba, dan kondom. Ke mana Ferry? Polisi belum bisa mengendusnya. Rumah Ferry di kawasan Kelapa Gading tampak sepi. Polisi masih terus memburu pria 36 tahun yang selama ini dikenal sebagai biksu Buddha Tibet ini. Informasi dari sejumlah orang yang menyewa ruko di kompleks Vihara Buddha Padma Sambhaya Tharpa Ling, Ferry mendirikan vihara pada tahun 1997. Hingga saat ini, jamaahnya cukup lumayan. Pada hari Kamis malam atau Minggu, jamaah berdatangan. "Pendapatan tukang parkir di sini cukup lumayan kalau pas ada jadwal ibadah," ujar salah seorang yang bekerja di sebuah ruko di samping vihara ini. Sejumlah orang di kompleks ini juga membenarkan bahwa foto-foto yang beredar di media massa adalah Ferry. "Biksu Ferry ini bagaikan dewa. Saat memimpin peribadahan, dia disambut luar biasa," ujar salah seorang di antara mereka.
(asy/nrl)











































