Spillway Rp 35 M Mangkrak, Lumpur Padat Dikeruk
Senin, 18 Des 2006 10:13 WIB
Sidoarjo -
Sejumlah unit pompa besar di spillway tak bisa beroperasi alias mangkrak. Dana Rp 35 miliar yang sudah digelontorkan kini terasa sia-sia. Lumpur yang memadat pun dikeruk.Sudah beberapa hari ini kondisi spillway di Desa Pejarakan, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sungguh memprihatinkan.Proyek senilai Rp 35 miliar itu yang diharapkan mampu mengurangi volume lumpur yang ada di pond-pond sejumlah desa, tidak bisa berfungsi akibat lumpur yang langsung mengendap dan mengeras.Pantauan detikcom pukul 09.45 WIB, Senin (18/12/2006), Timnas Penanggulangan Semburan Lumpur masih berupaya mempertahankan spillway dengan jalan mengeruk lumpur-lumpur yang sudah memadat dengan 3 unit alat berat backhoe. Lumpur yang telah dikeruk ditaruh di pinggir jalan.Dengan gagal beroperasinya spillway, lumpur di desa yang sudah terendam sebelumnya semakin bertambah karena tidak bisa dikurangi, apalagi lumpur masih menyembur dengan kencang."Sebenarnya sederhana saja, lumpur dibuang langsung ke Kali Porong tanpa melalui spillway. Pakai tanggul saja yang bisa dibuka tutup seperti halnya sistem irigasi," ujar Agus, warga Desa Pejarakan.Spillway merupakan parit raksasa. Ada pompa yang terdapat pada spillway untuk menyedot lumpur, lalu mengalirkan lumpur ke Kali Porong."Timnas salah perhitungan tuh ternyata, sebab lumpurnya mengering. Seharusnya dibuka saja, lumpur kan bisa berlalu dengan bebas ke Kali Porong," timpal Ibu Mirah, warga Desa Pejarakan.Sementara tanggul di Desa Pejarakan di pond 5 terlihat retak pada 4 titik. Namun belum ada penanganan. Padahal lalu lintas truk pengangkut pasir dan batu (sirtu) masih lalu lalang di sekitar tanggul yang retak. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan tanggul akan jebol. Lumpur pun akan meluap ke Desa Pejarakan, Kecamatan Jabon dan Desa Mindi, Kecamatan Porong.
(sss/nrl)










































