Tabrakan Bus Haji di Arafah
Sugeng Sempat Minta Reni Pakai Baju Hitam-hitam
Minggu, 17 Des 2006 21:19 WIB
Jakarta - Sugeng, suami Reni Pujiningsih (34) yang meninggal dalam peristiwa tabrakan bus di Arafah, Arab Saudi, sempat memiliki firasat tak enak pada malam sebelum istrinya meninggal. Dia sempat meminta wanita yang telah memberinya dua orang anak itu mengenakan pakaian hitam-hitam."Saya lihat di sini kan banyak wanita yang pakai pakaian hitam-hitam. Lalu saya bilang sama dia, Ma mbok kamu pakai baju hitam-hitam seperti itu, pasti cantik deh. Dia bilang nanti deh kalau sudah sampai rumah," ujar Sugeng saat ditemui di pemondokan 503 sektor 5, kawasan Hafail, Makkah, Minggu (17/12/2006).Namun sesaat kemudian Sugeng seolah tersadar dan heran tersendiri dengan keinginannya itu. Pria bertubuh kecil ini pun lantas beristighfar. Dia berharap ini bukan suatu pertanda buruk bagi dia dan keluarganya."Tapi kenyataannya Allah sudah punya keputusannya sendiri," ujar Sugeng dengan suara yang terdengar lirih. Pandangan matanya sesekali menunduk ke bawah.Menurut Sugeng, dalam perjalanan tadi pagi istrinya tidak menunjukan sikap yang aneh. Semuanya berjalan seperti biasanya. Hingga tiba-tiba sebuah bus menabrak dengan kencang bus 7 yang mereka tumpangi. Reni duduk tepat di bagian bus yang tertabrak tersebut.Tubuh Reni langsung limbung, dari mulutnya keluar darah. Sugeng langsung membopong tubuh istrinya tersebut keluar bus. Tubuh lunglai Reni kemudian dibaringkan di pinggir jalan dengan bagian kepala di pangkuan Sugeng."Melihat kondisi istri saya yang sedemikian parah, saya lalu membisikan asma Allah di telinganya. Hanya itu yang bisa saya lakukan sambil menunggu kedatangan ambulans yang terasa lambat," ungkap Sugeng.Sugeng sendiri tampak tabah menerima kejadian ini. Semuanya dituturkan pria yang bekerja di Denpasar ini dengan tenang. Dia menerima ini sebagai takdir dari Allah Swt."Saya pasrah saja kepada Allah mengenai peristiwa ini. Saya tidak akan menuntut apa pun terhadap siapa pun. Ini cobaan untuk saya," kata bapak dua anak yang masing-masing berusia 7 dan 9 tahun.Berita duka ini juga sudah disampaikan kepada keluarganya di Perumahan Pondok Bestari Indah Blok E3/199 Landung Sari, Malang, Jawa Timur. Bukan perkara yang ringan memang untuk menceritakan hal ini kepada dua buah hatinya.Seharusnya Reni Ada di Bus 8Ketua Rombongan 6 kloter 45 embarkasi Surabaya, Nurdin mengatakan, seharusnya Reni berada di bus 8. Namun karena Reni ingin menemani orang tuanya, dia dan suaminya Sugeng akhirnya pindah ke bus 7."Dia seharusnya tidak berada di bus tersebut, tapi karena ingin menemani orang tuanya dia kemudian pindah," kata Nordin.
(djo/ken)











































