Perut Kakek Robek Tertusuk Gading Gajah Liar Ngamuk di Riau
Minggu, 17 Des 2006 15:46 WIB
Pekanbaru -
Gajah liar kembali mengamuk di Riau. Persoalan ini tidak terlepas dari habitatnya yang kian menyempit. Korbannya kali ini seorang kakek yang perutnya robek dan usus terburai tertusuk gading gajah. Nasib apes ini menimpa Tugiman, seorang kakek berusia 55 tahun warga Dusun Rawang Empat Desa Lubuk Keranji, Kecamaran Bandar Petalang, Kabupaten Pelalawan, terpaut sekitar 100 Km arah timur dari Pekanbaru. Pria itu menjadi sasaran amuk gajah jantan yang memasuki pemukiman penduduk. Gajah itu menyerunduk perut Tugiman dengan gadingnya. Seketika gading gajah merobek perut petani hingga ususnya pun terburai. Untunglah warga setempat segara memberikan pertolongan pada Tugiman yang sekarat. Korban sekarang berada di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk menjalani operasi. Seorang staff di RSUD Pekanbaru, Imay, mengatakan korban gajah ngamuk itu sudah menjalani operasi sejak Sabtu kemarin. "Kondisi Pak Tugiman sudah membaik," katanya yang ditemui detikcom, Minggu (17/12/2006). Ditempat terpisah, Staf Penjinak Gajah World Wide Fund for Nature (WWF) Riau, Syamsuardi menjelaskan, amuk gajah itu terjadi Sabtu sore, 16 Desember 2006, kemarin. Warga desa saat itu mencoba mengusir gajah liar yang mandi disebuah sungai kecil. Padahal selama ini warga desa tidak memiliki pengalaman bagaimana cara mengusir gajah liar bila memasuki pemukiman penduduk. Warga mengusir dengan cara seadanya sambil teriak-teriak. "Warga mencoba mengusir gajah liar itu, ternyata tidak berhasil. Tapi malah gajah yang melakukan penyerangan terhadap warga. Dan Tugiman yang saat itu tidak sempat melarikan diri menjadi korbannnya," kata Syam. Aktivis lingkungan ini melanjutkan ceritanya, setelah perut Tugiman tertusuk, dia sempat melarikan diri sejauh 40 meter ke arah jalan besar sembari memegang ususnya yang terburai. Nasib baik masih perpihak padanya, warga desa segara memberikan pertolongan dengan membawanya ke rumah sakit. "Saat ini tim WWF bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi (BKSDA) Riau akan segara menangkap gajah liar itu untuk dikembalikan kehabitatnya di Taman Nasional Tesso Nilo," kata Syam. Kasus yang sama dua pekan sebelumnya juga menimpa staf BKSDA Riau. Tim survey pemerintah untuk mengusir gajah dari pemukiman penduduk ini menjadi korban amuk gajah di Kabupaten Kampar. Korbannya bernama Syarifuddin tewas ketika perutnya ditusuk gading. Tak cuma itu, tubuh korban remuk karena dinjak-injak gajah.
(cha/ana)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































