Jamaah Haji Indonesia Sering Tersesat di Makkah Setiap Hari
Minggu, 17 Des 2006 13:49 WIB
Makkah - Letak pemondokan yang nyempil dan jauh dari Masjidil Haram kerap membuat jamaah haji Indonesia bingung. Dalam sehari, tak kurang dari 50 jamaah yang tersesat.Apa lagi banyak jamaah Indonesia yang sudah berusia lanjut. Banyak dari mereka yang mengaku tidak ingat saat ditemukan para petugas tersesat di jalan. Satu-satunya penolong dalam kondisi ini adalah identitas jamaah, seperti gelang tangan dan sebagainya.Penyebab lainnya adalah tercecer setelah selesai melakukan ibadah di Masjidil Haram. Misalnya saat melakukan tawaf tiba-tiba masuk waktu salat. Dalam situasi itu banyak jamaah yang terpisah dari rombongannya."Mereka bingung lalu lari sekenannya dan akhirnya tersesat. Dalam sehari bisa ada sekitar 50 orang jamaah yang tersesat," kata petugas pelayanan umum Sektor 8 Agus Suryo Supripto, di tempat kerjanya, Jiyad, Makkah, Minggu (17/12/2006).Persoalan akan bertambah runyam jika jamaah yang tersesat itu tidak segera ditemukan. Sebab, hal itu akan menyebabkan jamaah yang bersangkutan menjadi depresi."Kita sudah menerima 4 hingga 5 jamaah yang depresi, beberapa di antaranya depresi berat. Kita pernah sampai dipukuli jamaah yang depresi berat. Dia teriak-teriak, anak saya jadi polisi di sini, ambilkan sepeda saya," ungkap Agus.
(djo/ana)











































