Tidak Ditangani Maksimal, Korban Lumpur Terus Bertambah

Tidak Ditangani Maksimal, Korban Lumpur Terus Bertambah

- detikNews
Sabtu, 16 Des 2006 20:24 WIB
Sidoarjo - Lumpur Lapindo berhenti menyebabkan masalah, masih sebatas angan. Luapan lumpur justru terus meluas ke sejumlah desa di Kecamatan Tanggulangin. Kenyataan itu sangat disesalkan warga, khususnya korban lumpur baru.Lumpur sejak Jumat (15/12/2006) malam hingga Sabtu (16/12/2006) sore terus bergerak dengan cepat. Setelah merendam sebagian Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) I dan perkampungan Kedungbendo, kini lumpur telah menerjang Desa Ketapang dan mengancam desa lainnya yang berada di sebelah utaranya.Warga takut luar biasa dengan pergerakan lumpur yang belum bisa dikendalikan oleh Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur. "Sejak semalam hingga sekarang lumpur terus meluap ke perkampungan, sayangnya tidak ada upaya untuk membendung lumpur itu," keluh Warsono, Kades Ketapang Kec Tanggulangin.Pengamatan detikcom, daerah lokasi luapan baru ini yang terendam sedikitnya sudah mencapai 40 rumah dengan ketinggian lumpur mencapai 50 centimeter, sebagian besar di RW I RT I. "Apalagi tadi malam sudah hujan, meski hanya sebentar namun dampak luapan sudah dirasakan warga. Bagaimana jika hujannya nanti deras, kita tidak bisa membayangkan apa yang bakal terjadi," katanya.Lambannya penanggulangan lumpur ini sangat disesalkan oleh warga setempat. Mereka sebelumnya sempat lega dengan kebijakan SBY membentuk Timnas. Namun, harapan itu kini tinggal harapan. Ledakan pipa gas Pertamina di Tol Porong KM 38 menyebabkan tanggul hancur sehingga lumpur meluap ke Perum TAS I dan sebagian Desa Kedungbendo lainnya."Sama saja sekarang dengan dulu. Sekarang kita semua tidak bisa hidup tenang. Buktinya lumpur masih awet di kolam-kolam penampungan. Padahal seharusnya dibuang, tapi kenapa kok tidak segera dibuang dengan cepat. Jika kondisi ini berlarut-larut kasihan warga Mas," gerutu Amin, warga Ketapang yang mengaku mengungsi di Balai Desa Ketapang.Sesuai Keppres No. 13/2006, Timnas sebenarnya memiliki kewenangan penuh menanggulangi semburan lumpur. SBY juga menunjuk Timnas untuk melakukan 3 tugas utama. Yaitu menutup semburan lumpur menangani luapan lumpur dengan cara mengendalikan dan memanfaatkan lumpur serta menangani masalah sosial. (fay/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads