Foke Dikritik tentang Kekalahan PDIP di 2004
Sabtu, 16 Des 2006 19:54 WIB
Jakarta - Cagub DKI Jakarta dari PDIP Fauzi Bowo dihujani kritik terkait kekalahan suara PDIP pada Pilpres 2004, termasuk kekalahan PDIP dalam pencalonan gubernur dan wakil gubernur tahun 2002.Kritik dilontarkan dalam sesi tanya jawab saat Foke - sapaan Fauzi Bowo - menyampaikan visi misi pencalonan dirinya. Foke yang mendapatkan nomor urut keempat setelah Agum Gumelar, Bibit Waluyo dan Edi Waluyo ini awalnya medapat sambutan meriah saat membacakan visi misinya di DPD PDIP DKI Jakarta, Jl Tebet Raya Nomor 46, Jakarta Selatan, Sabtu (16/12/2006).Dalam sesi tanya jawab, banyak peserta, khususnya dari DPC Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat mempertanyakan mengapa pada 2004 Fauzi Bowo maju menjadi cawagub dengan dukungan Golkar dan mengalahkan kader PDIP. Begitu juga mengenai kekalahan PDIP dalam 2004.Foke kemudian menjawabnya dengan nada emosional. "Tahun 2004, saya memang tidak di sini. Tapi keluarga dan anak-anak tetap memilih Ibu Mega," kilah Foke.Namun alasan yang dilontarkan Foke ini disambut sorakan peserta. "Huu...bohong...bohong...," teriak peserta.Foke kemudian mengakui bahwa di TPS di tempat tinggalnya, PDIP mengalami kekalahan. "Saya akui itu. Tapi itu terpulang kepada semuanya. Kita jangan berwacana di masa lalu. Kalau PDIP mau menang tahun 2009, mari kita pilih gubernur yang tepat. Saya minta maaf. Itu karena mekanisme partai saat itu saya tidak bisa ikut campur, juga Pak Sutiyoso," pinta Foke."Kalau itu masih tidak bisa diterima, saya akui. Tapi mari kita melihat sesuatu dengan kaca mata yang lebih objektif," pintanya lagi.Mendapat uraian panjang dari Foke, sebagian kader PDIP lain kemudian memberi tepuk tangan.Saat dicegat wartawan usai penyampaian visi misi, Foke menyatakan bahwa Jakarta harus dijaga dari ancaman karena heterogenitas masyarakatnya. Dia juga mengkritik adanya kebijakan pemerintah yang buruk.Saat ditanya mengapa sebagai bagian dari pemerintah dirinya malah mengkritik, Foke mengatakan tidak semua pemerintahan buruk. "Yang baik tidak saya kritik. Emangnya semua pemerintahan jelek. Saya kira kalau saya tutup mata, itu gila," pungkasnya.
(fjr/asy)











































